|
Sejak beberapa hari lalu sampai pertengahan bulan depan, sekitar 500 tamu dari 50 negara berkumpul di Bali untuk mengenang Almarhum Sri Chinmoy, seorang warga negara Amerika keturunan India, salah seorang penganjur perdamaian dunia yang telah meninggal dunia pada tanggal 11 Oktober 2007 pada usia 76 tahun. Sri Chinmoy yang dilahirkan tanggal 27 Agustus 1931 di Chittagong, Bengal Timur, India. Sri Chinmoy adalah anak terkecil dari tujuh bersaudara yang sejak orang tuanya meninggal dunia pada tahun 1944, bersama saudara-saudaranya bergabung pada suatu komunitas spiritual di India bagian selatan. Dalam komunitas tersebut, Sri Chinmoy muda, selama duapuluh tahun melakukan meditasi dan mengembangkan kehidupan spiritual pro perdamaian disertai kegiatan ekspresi dalam bentuk sajak dan musik.
Sri Chinmoy muda adalah seorang olahragawan yang mumpuni, bahkan pernah menjadi kapten regu Sepakbola dan Volley Ball, serta atlet serba bisa, utamanya sebagai pelari yang tangguh. Pada perkembangan Sri Chinmoy termasuk pelari jarak jauh dan atlet angkat beban yang disegani. Pada tahun 1964 Sri Chinmoy memperoleh ilham, yang dalam budaya Jawa bisa disebut sebagai “wangsit”, untuk pindah ke Negara Barat dimana kemudian dia tinggal di New York. Di kota ini Sri Chinmoy muda mempelopori gerakan budaya damai melalui kuliah di berbagai perguruan tinggi dan kegiatan budaya lainnya. Dengan cara itu Sri Chinmoy mempersembahkan Manunggalnya Satunya Humanitas kepada khalayak yang luas melalui penyajian sajak dan konser musik, pameran gambar burung perdamaian, tanpa memandang perbedaan suku bangsa dan agama. Melalui pengalaman luas, daya tahan dan kemampuannya bernegosiasi dengan sesama yang dipupuknya sejak kecil Sri Chinmoy membangun kekuatan perkawanan global yang luar biasa. Dengan tujuan yang konsisten dikembangkannya program-program untuk membangun kehidupan harmonis antar berbagai penganut agama dan suku bangsa. Sehingga, atas permintaan Sekretaris Jenderal PBB, U Thant, yang kemudian menjadi sahabat karibnya, Sri Chinmoy diberi kehormatan memimpin Meditasi Damai seminggu duakali bagi para Diplomat di Markas PBB di New York. Kegiatan rutin yang penuh kehormatan itu dilakukannya sejak tahun 1970 sampai wafatnya pada tahun 2007. Kegiatan itu menempatkan Sri Chinmoy secara terhormat diantara para Diplomat dari berbagai bangsa dan negara. Sri Chinmoy kemudian menjadi sangat terkenal sebagai pemimpin renungan terbesar karena kegiatannya pada Pertemuan Pemimpin Agama Dunia di Chicago pada tahun 1993, dan di Barcelona pada tahun 2004. Untuk mengembangkan budaya damai tersebut Sri Chinmoy tidak saja tinggal di New York, tetapi berkunjung dan tidak segan-segan mengadakan dialog dengan para pemimpin dunia dari segala bangsa. Dalam pertemuan dengan para pemimpin dunia itu, melalui ritual yang menarik dikembangkannya acara unik dimana secara fisik para pemimpin itu satu persatu diangkat (lifted) tinggi-tinggi dengan kekuatan pribadinya melalui alat yang dikembangkannya. Upacara Pengangkatan itu disimbulkan sebagai penghargaan yang tinggi terhadap tokoh yang dianggap berjasa kepada negara, bangsa, agama, dan utamanya peranan tokoh itu membangun gerakan harmoni kemanusiaan dunia yang penuh kedamaian. Sri Chinmoy juga memberikan penilaian terhadap kota atau negara yang dianggap kondusif terhadap upaya kehidupan yang harmoni. Penghargaan terhadap tokoh atau wilayah itu disertai pemberian penghargaan menurut peniliannya seperti medalion, sertifikat perdamaian, kota perdamaian, dan atau penghargaan dalam bentuk lain. Pemimpin Dunia Presiden Nelson Mandela, Presiden Michael Gorbachev, Paus Pope John Paul II, pekerja sosial yang terkenal Ibu Teresa, pemenang hadiah Nobel Archbishop Desmon Tutu, Sekjen PBB Dr. Javier Peres de Cuellar, dan di Indonesia, Presiden Habibie, Wakil Presiden Hamzah Haz, Sinuhun Paku Buwono X, serta banyak pemimpin dunia lain mendapatkan penghargaan dari Sri Chinmoy. Dalam mengembangkan kegiatan promosi perdamaian dan kehidupan harmonis antar bangsa dari berbagai agama dan suku itu biasanya Sri Chinmoy mengajak dan mengetuk hati nurani pengikutnya untuk membangun kehidupan yang harmonis dan damai tanpa memandang asal usul, warna kulit, agama, latar belakang politik atau lainnya. Kegiatan tersebut mengundang banyak pengikut dari segala bangsa dan latar belakang. Meditasi yang dilakukan di lingkungan PBB untuk para diplomat biasanya meluas dan diikuti oleh banyak pengikut di banyak negara. Sebagai imbas pergaulannya yang luas itu pada waktu-waktu tertentu, pada musim dingin, atau musim panas yang menyengat, disamping memimpin renungan dan semedi spiritual di Markas PBB, Sri Chinmoy berkeliling dunia mengajak ummat manusia merenung, memikirkan dan melakukan kegiatan kemanusiaan untuk kepentingan banyak orang. Untuk menarik massa dan mengembangkan kehidupan penuh kedamaian, jauh dari konflik dan pertentangan antar suku, Sri Cninmoy memberikan teladan kehidupan kemanusiaan yang menarik, harmonis dan manusiawi. Disamping kegiatan spiritual yang penuh kedamaian, tidak jarang Sri Chinmoi mengajak pengikutnya melakukan kegiatan olah raga secara massal, termasuk penyelenggaraan lari marathon yang biasanya diikuti puluhan ribu warga dari segala usia. Begitu juga diadakan konser musik yang dihadiri ribuan pengunjung yang secara khusuk mendengarkan permainan berbagai insturmen yang dimainkannya dengan penuh perasaan. Karena kegiatan yang luar bisa itu, Sri Chinmoy memperoleh penghargaan dari banyak pemimpin dunia, termasuk puluhan medali kehormatan dari banyak negara, seperti penghargaan UNESCO, Medali Memorial Nehru, Medali kehormatan Macedonia, serta puluhan gelar doktor kehormatan dari berbagai Perguruan Tinggi di dunia. Dalam satu bulan ini 500 pengikutnya dari sekitar 50 negara berkumpul di Bali mengenang pertemuan terakhir mereka di pulau itu tahun lalu. Kita berikan kehormatan kepadanya dan pada usaha perdamaiannya yang tidak kenal lelah. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin, www.haryono.com). Views: 328
Hanya Angoota Terdaftar yang dapat memberikan komentar. Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.4 |