Random Photo

ALL |0-9 |A |B |C |D |E |F |G |H |I |J |K |L |M |N |O |P |Q |R |S |T |U |V |W |X |Y |Z

Search Alphabetical Article Article

BEKASI BERBENAH MELALUI PEMBERDAYAAN Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail

Kota Bekasi yang dipimpin oleh Walikotanya, H. Muchtar Muhamad, setelah beberapa waktu lalu menyelenggarakan sosialisasi pemberdayaan keluarga di kota Bekasi, minggu lalu meresmikan Posdaya “Aster” di lingkungan yang semula rakyatnya telah mengembangkan Posyandu di Kelurahan Pekayon Jaya, dengan berhasil. Peresmian Posdaya yang fungsinya sangat luas, sebagai wahana silaturahmi, komunikasi dan pemberdayaan keluarga itu menandai pembentukan Posdaya di seluruh Kota Bekasi.

Untuk lebih memantapkan pengembangan Posdaya di seluruh kota Bekasi, Walikota Bekasi H. Muchtar Muhamad disertai para pejabat teras Kota Bekasi, PKK serta unsur-unsur kemasyarakatan lainnya, akan mengadakan studi banding ke Kabupaten Kulon Progo dan Bantul di Yogyakarta. Studi banding itu dimaksdukan untuk mempelajari kemajuan yang telah dicapai masyarakat dan keluarga di Kulon Progo dan Bantul. Seperti diketahui di kedua  kabupaten tersebut Posdaya telah dikembangkan untuk beberapa tahun keluarga dan masyarakat setempat dengan bimbingan pemerintah kabupaten  bekerja sama dengan Yayasan Damandiri.

Di Kabupaten Bantul ada kemungkinan Walikota akan diterima oleh Bupati dan diteruskan dengan peninjauan ke Kecamatan Pengasih. Seperti diketahui, Kecamatan Pengasih yang dipimpin oleh seorang Camat perempuan, Ibu Dra. Sri Harmintarti MM, secara gesit dalam waktu yang sangat singkat telah berhasil mengembangkan Posdaya di seluruh desa di kecamatannya. Pengembangan di seluruh kecamatan itu, disamping di fasilitasi oleh Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa di Yogyakarta, juga dibantu oleh Yayasan Damandiri. Tetapi bagian porsi terbesar adalah karena kegesitan kepemimpinan Ibu Camat dan dinamika masyarakat Pengasih di Kulon Progo yang dinamik.

Pengembangan di Bantul telah berjalan terlebih dahulu. Bupati Bantul Drs. H. Idham Samawi, yang daerahnya tertimpa bencana gempa di masa lalu, telah berhasil merangsang masyarakatnya untuk maju secara mandiri. Pendirian awal Posdaya yang di fasilitasi oleh Yayasan Damandiri, dengan sangat cepat menjalar ke desa-desa lain melalui dukungan dan komitmen yang sangat kuat dari Bupati dan seluruh aparatnya. Dukungan itu, utamanya dari dinas-dinas terkait merupakan salah satu kunci yang sangat menentukan. Dukungan itu sesungguhnya bukan merupakan “cek kosong”, karena setiap instansi akan memperoleh manfaat dari partisipasi masyarakat melalui Posdaya yang tidak bisa diduga sebelumnya.

Dinas Pendidikan Nasional yang bertugas mencerdaskan bangsa akan sangat tertolong karena masyarakat secara mandiri, melalui Posdaya, akan mendaftar seluruh anak usia sekolah. Masyarakat akan mengetahui dari seluruh anak usia sekolah siapa saja yang belum sekolah, putus sekolah, atau miskin dan tidak pernah sekolah. Pengetahuian yang merupakan hasil sisiran dari tingkat akar rumput itu akan mempermudah dinas dan aparatnya menuntaskan wajib belajar, atau merangsang seluruh anak bangsa untuk sekolah setinggi-tingginya.

Dinas Kesehatan yang dimasa lalu sangat terbantu melalui Posyandu, dan selama ini telah nyata-nyata merasakan manfaat partisipasi masyarakat, akan sangat tertolong melalui partisipasi seluruh keluarga, baik para ibunya, maupun para anggota keluarga lainnya. Melalui partisipasi itu, maka tidak saja yang sakit dapat dirujuk ke Puskesmas atau pusat pelayanan kesehatan lainnya, tetapi juga keluarga sehat dapat diajak menjadi ujung tombak pemberdayaan kesehatan, KB dan penanganan masalah gizi buruk karena keluarga Indonesia relatif masih miskin.

Untuk memperkuat pemberdayaan dan pendampingan di tingkat pedesaan, keluarga di desa untuk sementara akan didampingi oleh pendamping profesional terdiri dari mahasiswa dan siswa SMA senior, yaitu siswa kelas tiga yang sebentar lagi akan mengikuti Ujian Akhir Nasional. Penugasan kepada para siswa itu sekaligus merupakan persiapan agar para siswa bisa mengenal lapangan andaikan anak-anak muda itu tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Biarpun pengalaman beberapa sekolah yang sudah mengikuti proses pemberdayaan siswa itu umumnya positip, antara lain bahwa kelulusan sekolahnya menanjak menjadi sekitar 100 persen, tujuan utamanya adalah agar siswa anak keluarga kurang mampu bisa ikut menikmati pendidikan ketram[ilan tanpa harus meninggalkan sekolah. Mereka bisa sekolah karena selama masa sekolah bisa sekaligus menguasai life skills  yang diberikan di sekolahnya, atau di sekitar sekolah.

Dalam hubungan pemberdayaan di sekolah tersebut, Yayasan Damandiri membantu sekolah yang dipilih mengembangkan soft skills atau pelatihan ketrampilan bagi anak-anak keluarga kurang mampu. Pelatih untuk soft skills tersebut diambil dari pengusaha yang berhasil dari sekitar sekolah. Kepada para siswa yang dilatih diberikan bantuan modal, atau pinjaman modal, untuk praktek mengembangkan ketrampilan yang diraihnya. Mereka dianjurkan bergabung dengan pengusaha setempat. Kalau memungkinkan mereka dianjurkan untuk bekerja sama, mulai dari magang pada pengusaha setempat, kalau cocok bisa saja mengembangkan usaha bersama, atau akhirnya bisa menjadi pengusaha yang mandiri dan handal.

Apabila anak-anak muda itu sudah cukup terampil, diharapkan mereka bisa bekerja bersama penduduk pedesaan sekaligus mendampingi mereka berlatih ketrampilan dan mengembangkan usaha mandiri di desanya. Ini berarti bahwa pemberdayaan para siswa itu sesungguhnya merupakan persiapan pelatihan agar para siswa, biarpun anak keluarga kurang mampu, melatih diri menjadi kader-kader pembangunan yang handal di pedesaan. Pelatihan, dan kewajiban mereka melatih atau mendampingi rakyat di pedesaan, bisa menambah rasa percaya diri untuk maju dengan tegar membangun demi kesejahteraan keluarga dan bangsanya.

Walikota Bekasi akan melihat keberhasilan awal yang menggembirakan itu, Walikota H. Muchtar Muhamad didampingi staf Yayasan Damandiri akan diajak menikmati kunjungan itu sebagai bukti kerjasama antar Pemerintah Kabupaten dan Kota, sekaligus menyatukan gairah rakyat yang sedang membangun secara mandiri. Proses mengembangkan  pemberdayaan keluarga secara mandiri di pedesaan itu akan makin marak manakala diantara para pelaku pembangunan di pedesaan saling berbagi pengalaman dalam proses pemberdayaan. Insya Allah. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri, www.haryono.com).


Views: 367

Be first to comment this article
RSS comments

Hanya Angoota Terdaftar yang dapat memberikan komentar.
Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.4

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
© 2010 Personal Website of Haryono Suyono