Random Photo

ALL |0-9 |A |B |C |D |E |F |G |H |I |J |K |L |M |N |O |P |Q |R |S |T |U |V |W |X |Y |Z

Search Alphabetical Article Article

CSR MEMBANGUN POSDAYA Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Minggu lalu, secara kebetulan dalam suasana dua tahun wafatnya pak Harto, Universitas Negeri Jenderal Soedirman di Purwokerto, mengadakan pertemuan membahas kebijakan pembangunan di pedesaan melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Lembaga ini sudah beberapa tahun ini dikembangkan oleh Yayasan Damandiri bersama berbagai Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota serta lembaga pemerintah, perbankan dan swasta lainnya. Universitas Jenderal Soedirman telah berhasil menjadi pelopor pengembangan dan pengisian Posdaya tersebut melalui KKN Tematik Posdaya dengan dukungan perusahaan swasta secara sukarela dalam rangka pelaksanaan Social Corporate Responsibility (CSR).
Pertemuan yang dimaksud sebagai pembekalan kebijakan tersebut dihadiri oleh Pimpinan Fakultas, Program Studi dan Unsur-unsur Pimpinan Perguruan Tinggi yang mempunyai mahasiswa tidak kurang dari 20.000 orang tersebut. Kebijakan yang akan dipaparkan oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Sudjarwo. dimaksudkan untuk memadukan kegiatan KKN Tematik Posdaya sebagai wadah kegiatan KKN yang ada pada Perguruan Tinggi yang sangat maju tersebut. Keterpaduan itu memudahkan para mahaasiswa dan dosen pembimbing mengarahkan dan memberikan pembekalan kepada mahasiswa dalam kegiatan di lapangan.

Rektor berpendapat bahwa keberadaan Posdaya di setiap desa memudahkan setiap kegiatan KKN untuk kembali kepada wilayah dan lembaga yang ada di pedesaan dengan anggota yang aktip sehingga fasilitasi dan pendampingan mahasiswa dan dosen pendamping pada setiap tahap pembangunan, dari manapun asal fakultas atau program studinya, dapat menyatu dengan kegiatan rakyat, memenuhi harapan rakyat dan memberikan yang terbaik sesuai ukuran global seperti IPM atau penuntasan target dan sasaran MDGs di setiap kabupaten atau wilayah lainnya.

Pengarahan Rektor juga sangat penting bagi para sponsor, yang hari itu antara lain oleh PT Holcim, yang mengirim Manajer Lapangannya di Cilacap Ir. Sidik Darusulistiyo MBA, untuk meyakinkan para pemegang saham bahwa kegiatan KKN Tematik Posdaya itu akan sangat bermanfaat karena mengarahkan pembangunan berdasarkan pada manusia dan keluarga. Pengarahan pembangunan pada manusia itu akan memberi kesempatan kepada setiap penduduk untuk akrab dengan industri dan lingkungan sehingga tidak harus menentang setiap pembangunan industri, tetapi menjadi keluarga yang akrab pabrik dan lingkungannya.

Manager PT Holcim Ir Sidik menyatakan bahwa pabrik yang ada di Cilacap dirancang agar sebagian besar karyawannya berasal dari penduduk setempat agar keberadaannya menjamin lapangan kerja bagi tenaga muda yang mau bekerja keras. Tenaga yang tidak mahir diberikan pelatihan dan pembekalan yang memadai sehingga pabrik tidak merugi karena mutu tenaga yang tidak layak kerja. Pabrik juga dikembangkan akrab lingkungan, tidak mencemarkan lingkungan tetapi justru mengembangkan lingkungan yang akrab terhadap keluarga yang sedang giat membangun.

Penjelasan kdua pejabat yang luas, tuntas dan meyakinkan itu disambung dengan paparan secara filosofis dan tehnis oleh Ketua Yayasan Damandiri yang memaparkan target dan sasaran MDGs yang diputuskan oleh Kepala Negara dan Perdana Menteri dari seluruh dunia pada tahun 2000 dan diperbaharui pada tahun 2005 lalu. Secara operasional dijelaskan pula bahwa target dan sasaran itu tidak akan tercapai tanpa menempatkan penduduk dan keluarga sebagai titik sentral pembangunan. Penempatan penduduk dan keluarga itu memerlukan partisipasi yang sangat aktip dari seluruh komponen pembangunan dengan prioritas keluarga muda di semua desa dan pedukuhan di Indonesia.

Karena itu dianjurkan agar para mahasiswa dan dosen pembimbing, pada tingkat awal, memperluas jangkauan Posdaya seluas-luasnya dengan mengajak masyarakat yang mudah dan sangat ingin ikut serta dengan spontan, meninggalkan masyarakat dan keluarga yang ogah-ogahan ikut dalam pengentasan kemiskinan, kebodohan dan peningkatan akses terhadap bidang kesehatan serta memperkuat jati dirinya untuk bergaul secara nasional dan global. Proses perluasan jangkauan ini akan menjadi triger  bagi daerah-daerah lain sehingga, seperti semua ukuran keberhasilan pembangunan mutu manusia di masa lalu, ukuran keberhasilan penuntasan target dan sasaran MDGs adalah partisipasi yang tinggi dan kesanggupan menjadi pelaku pembangunan yang aktip.

Dijelaskan pula bahwa pembangunan millennium di Indonesia, sesuai dengan landasan dasar Pancasila, tidak menghendaki dihasilkannya Superman, atau Superwoman, atau bahkan secara sederhana Tarzan, tetapi suatu SuperTim, suatu kumpulan sesama anak bangsa yang sanggup bekerja sama, dalam wadah seperti Koperasi, atau usaha bersama yang tidak bersaing, tetapi bekerja sama untuk kepentingan rakyat banyak dalam mengantar kesejahteraan bagi rakyat banyak dan mengabdi kepada yang lemah.

Pilihan materi dianjurkan untuk dapat diikuti oleh penduduk sebanyak banyaknya sehingga upaya pembangunan yang ditawarkan dengan arahan global itu tidak menjadi proyek yang menggantungkan diri pada anggaran pemerintah tetapi berubah manjadi gerakan masyarakat dan akhirnya membudaya dalam kehidupan rakyat banyak. Dalam proses itu dianjurkan untuk mulai dengan upaya yang mendorong kegiatan ekonomi kerakyatan yang mudah diikuti oleh rakyat banyak, utamanya dalam bidang pertanian, sehingga tawaran mahasiswa KKN Tematik Posdaya dengan mudah disambut rakyat banyak.

Para mahasiswa diharapkan meninggalkan kesan agar masyarakat luas mengharapkan mahasiswa KKN berikutnya akan melanjutkan pengisian dan penyempurnaan usaha yang mereka lakukan. Kalau ini terjadi KKN akan menjadi idaman masyarakat luas dan gerakan yang gegap gempita dan dinamik. Insya Allah. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri, www.haryono.com).

Views: 268

Be first to comment this article
RSS comments

Hanya Angoota Terdaftar yang dapat memberikan komentar.
Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.4

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
© 2010 Personal Website of Haryono Suyono