Random Photo

ALL |0-9 |A |B |C |D |E |F |G |H |I |J |K |L |M |N |O |P |Q |R |S |T |U |V |W |X |Y |Z

Search Alphabetical Article Article

DIALOG PELAKSANA PEMBANGUNAN DARI DESA Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail

Beberapa bulan yang lalu masyarakat Indonesia memperoleh suguhan yang menarik tenang rancangan pembangunan kabinet baru, Kabinet Pembangunan Indonesia jilid II, tentang rancangan kerja untuk 100 hari yang pertama. Kemarin, tanggal 15 Januari 2010, serta hari-hari sebelumnya, Yayasan Damandiri bekerja sama dengan berbagai lembaga, antara lain TVRI Pusat, BPD dari berbagai daerah, Perguruan Tinggi, Sekolah SMA, DNIKS dan BK3S, serta para relawan lainnya, menggelar dialog interaktif terbuka. Acara itu disiarkan beberapa stasiun TV, Radio serta media lainnya.

Dialog itu diikuti wakil-wakil pimpinan LPPM Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah SMA dan Pelajarnya, para pimpinan Koperasi, Pimpinan Pos Pemberdayaan Keluarga atau Posdaya dari Pedesaan, Koperasi, para wartawan dan berbagai elemen pembangunan dari desa lainnya. Hadir dalam acara itu wakil-wakil dari pimpinan pembangunan yang dianggap menonjol yaitu dari kalangan bupati, Bank dan relawan Posdaya dari pedesaan. Acara yang biasanya digelar sebagai pesta ulang tahun, yaitu ulang tahun Yayasan Damandiri yang ke 14, hari itu dirobah menjadi Acara Dialog Interaktif menarik yang diseling dengan sajian tari, nyanyi dan musik yang dimainkan dan dinyanyikan oleh seniman dari kalangan penyandang cacat dibawah bimbingan Ibu Lies Koesbiono. Ada juga anak-anak asuhan Ibu Dewi Hadiono dari Posdaya di Cilandak yang menyeling dengan penuh semangat dan semuanya diiringi Philharmonie Orkestra Pimpinan Choky yang “sangat terkenal di seluruh nusantara”.

Yayasan Damandiri yang berulang tahun ke 14 telah berhasil melahirkan para pemimpin bangsa di tingkat pedesaan bukan sebagai Superman, Superwoman, Rambo, atau Tarzan, tetapi sebagai Tim tim yang bekerja sama dengan semangat persatuan dan kesatuan untuk mencari cara-cara sederhana yang bersama-sama dapat mengangkat anak bangsa yang juga sederhana dalam membangun dirinya menjadi lebih terhormat, cerdas, sehat dan sejahtera.

Karena Dialog itu dihadiri nara sumber yang berasal dari berbagai kalangan akademisi, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, atau pemimpin masyarakat sederhana yang sengaja datang untuk berbagi pengalaman dan sukaduka membangun bangsa, maka suasananya menjadi seperti kegiatan di daerah pedesaan. Acara Dialog yang merupakan siaran terbuka dengan pembawa acara dari “Haryono Show”, Gemari, Arumdalu, Semanggi atau Plengkung Gading yang berasal dari daerah-daerah itu berhasil membuat suasana menjadi hidup karena pelakunya bukan artis yang harus tunduk pada skenario pelik dan dramatis, terarah, tetapi suatu dialog yang skenarionya adalah pengalaman lapangan yang berjiwa dan dikerjakan dengan otak, keringat dan kadang air mata. Banyak yang menyesal kenapa kegiatan ini tidak dilakukan sejak dulu. Ada yang gembira karena dalam suasana seratus hari Pemerintah baru yang dicanangkan, mereka bisa berkata bahwa komponen masyarakat juga bisa menyumbang semangat pembangunan secara mandiri, merintis berbagai kegiatan pembangunan dengan harapan akan mendapat dukungan dan fasilitasi pemerintah sehingga bisa menggugah kerjasama dan keterpaduan yang sangat diperlukan oleh rakyat.

Acara ini ternyata bersamaan waktunya dengan kegiatan awal dari Pengurus Baru Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) yang mencanangkan program inisiasinya untuk 99 hari. Kenapa 99 hari? Rupanya kegiatan itu dilakukan dengan memohon berkah dari Asma Allah yang 99, Asmaul Husnah, agar upaya pengentasan kemiskinan, kebodohan, kesakitan dan budaya saling peduli dan cinta kasih sesama anak bangsa dapat bangkit kembali di tanah air tercinta dengan baik. Budaya peninggalan nenek moyang yang akan menghasilkan sikap gotong royong, kasih mengasihi dan mencintai sesamanya.

Melalui program 99 harinya itu DNIKS ingin memberi pesan bahwa selama ini rakyat selalu berdoa mengagungkan nama Allah serta bekerja keras, lebih cepat dari pemerintah tapi jangan dilarang, jangan dihalangi, didengarkan dengan penuh kasih sayang dan dalam waktu singkat, misalnya satu hari saja, kalau ada gagasan yang gemilang, segara didukung fasilitasi dan pendampingan agar inisiasi rakyat yang sederhana menghasilkan partisipasi dan kepuasan yang maksimal. Sikap itu kiranya akan mengantar kita menjadi bangsa Indonessia yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin. Selamat ulang tahun Yayasan Damandiri dan selamat kerja dan sukses untuk DNIKS. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri, www.haryono.com).


Views: 261

Be first to comment this article
RSS comments

Hanya Angoota Terdaftar yang dapat memberikan komentar.
Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.4

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
© 2010 Personal Website of Haryono Suyono