|
Tanggal 17 Januari 2007 ini bertepatan dengan delapan belas tahun pendirian Yayasan Stroke Indonesia. Upaya pendirian Yayasan ini dirangsang oleh kenyataan makin maraknya kasus serangan gangguan otak yang dahsyat dan biasa disebut stroke. Serangan stroke, gangguan otak yang bisa melumpuhkan sebagaian badan manusia dan mempunyai tingkat fatalitas atau tingkat kematian yang tinggi biasanya menyerang penduduk yang bisa dianggap kaya dan usianya relatif berusia lanjut. Phenomena itu berubah.
Orang kaya yang terkena stroke ternyata bukan jaminan karena dimasa lalu tanda-tanda stroke tidak jelas, dan orang miskin segera meninggal dunia kalau terkena dan tidak diatasi dalam waktu yang sangat singkat. Sehingga para ahli makin melihat bahwa, mungkin saja, karena “kemajuan jaman”, dalam beberapa tahun terakhir ini kasus-kasus serangan stroke menimpa penduduk dari profesi yang sangat bervariasi, artinya tidak pilih kasih, masih relatif muda, subur dan secara ekonomis sangat potensial. Kemajuan jaman itu diartikan bahwa ilmu pengetahuan dan tenaga medis, para medis atau mereka yang peduli stroke makin banyak dan tersebar. Tanda-tanda serangan stroke makin dikenali dan penanganan, termasuk untuk keluarga dan penduduk kurang mampu, makin bisa dirujuk ke pusat kesehatan umum yang relatif lebih terjangkau. Biarpun jangkauan pengenalan secara dini dan rujukan itu relatif masih lemah, tetapi ilmu pengetahuan kedokteran telah berhasil mengenali tanda-tanda kemungkinan terkena stroke itu secara dini. Kemampuan pengenalan secara dini itu memungkinkan pencegahan yang lebih sistematis dan kalau seseorang terkena stroke, dalam waktu singkat, biasa disebut “golden Period”, yaitu apabila sekitar 3 sampai maksimum 6 jam, penderita dapat ditangani maka akibat serangan itu masih dapat ditolerir dan tidak menyebabkan kerusakan yang fatal pada kehidupannya setelah terkena serangan. Penyebaran informasi dan pelayanan kuratif bagi keluarga yang anggotanya terkena stroke itu tidak sebanding dengan penemuan dan kemampuan ilmiah yang diketemukan. Oleh karena itu pada saat almarhum Bapak Supardjo Rustam, mantan Gubernur Jawa Tengah, kemudian Dutabesar RI di Malaysia, Menteri Dalam Negeri RI, dan kemudian Menko Kesra RI terkena serangan stroke, kalangan kedokteran dan rumah sakit menyadari bahwa kesadaran tentang kemungkinan serangan stroke tidak cukup diketahui oleh kalangan dokter spesialis saja, tetapi harus segera disebar luaskan kepada masyarakat secara luas. Atas dasar itu, dikembangkan ide-ide dasar pembentukan lembaga partisipasi masyarakat untuk membantu pemerintah dan rakyat pada umumnya mengembangkan kesadaran masyarakat akan bahaya stroke. Dibentuklah pada tahun 1989 Yayasan Stroke Indonesia atau disingkat Yastroki. Yayasan itu sekarang dipimpin oleh Bapak Soedomo, tokoh penting yang pernah menjadi idola di tanah air tercinta ini. Kepengurusan yang baru ini menyadari bahwa upaya melayani penderita stroke yang menjadi sasaran utama pembentukan yayasan pertama kali, karena pada waktu ini masih langka, harus ditindak lanjuti dengan upaya lain yang lebih luas, utamanya dalam bidang pemberdayaan atau rehabilitasi terhadap insan pasca stroke dan diikuti dengan gerakan masyarakat yang luas untuk menyebar luaskan budaya hidup sehat sebagai persiapan mencegah kemungkinan terkena stroke. Gerakan budaya hidup sehat tersebut berjangkauan luas, bukan saja hidup sehat bagi penyandang stroke, atau insan pasca stroke, tetapi lebih dari itu, sebagai upaya peningkatan kesadaran yang tinggi terhadap pola hidup sehat. Utamanya dalam dunia yang makin kompetitif, sehingga kampanye pengembangan hidup sehat itu adalah suatu gerakan menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. Gerakan menciptakan manusia yang sehat, cerdas, berkualitas, dinamis dan mandiri. Manusia-manusia yang siap menghadapi abad ke 21 yang makin ganas dan penuh persaingan. Karena itu, kampanye hidup sehat hendaknya ditujukan kepada masyarakat luas. Karena sasaran yang luas, kampanye sebaiknya mempergunakan cara yang sederhana dan istilah-istilah populer yang mudah dimengerti, mudah diingat, dan yang lebih penting dari segalanya, mudah dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau anjuran itu dituruti dengan disiplin tinggi, memberi dampak positif kepada diri sendiri dan keluarganya, serta mendapatkan penghargaan masyarakat dan pemerintah. Sehingga, agar gerakan ini diikuti oleh masyarakat luas, pada tingkat awal perlu komitmen yang tinggi dari pemerintah, utamanya pemerintah daerah. Mereka yang berpartisipasi dengan komitmen yang sama, diangkat kepermukaan dengan menunjuk sikap dan tingkah lakunya positif itu sebagai tingkah laku teladan yang dihormati dan diberikan penghargaan. Dalam suasana memperingati Ulang Tahun Yayasan Stroke Indonesia hari ini, gagasan diatas perlu direnungkan. Kampanye hidup sehat dengan indikator sederhana seperti misalnya budaya menimbang anak balita secara teratur, dan pengukuran lingkaran lengan, yang nampaknya sederhana perlu menjadi kebiasaan yang diikuti tindak lanjut untuk mengatasi masalah kalau memang diketemukan sesuatu yang tidak cocok dengan harapan atau ukuran standar yang dikehendaki. Untuk gerakan hidup sehat yang sama, gagasan Prof. Dr. AskandarTjokroprawiro dari Universitas Airlangga bahwa apabila ukuran lingkar perut, dibawah 80 cm untuk perempuan, dan dibawah 90 cm untuk pria, dianggap normal, maka keadaan diluar batas tersebut harus menjadi pengetahuan dan perhatian masyarakat luas. Artinya, kalau seseorang mempunyai ukuran lingkar perut yang melebihi atau kurang dari nilai normal perlu segera dikirim untuk konsultasi dan mendapat petunjuk yang benar. Keadaan diatas angka rata-rata bisa menjadi pertanda awal dari obesitas abdominal, resistensi insulin, pre-diabetes, atau diabetes, kelainan salah satu atau lebih kolesterol, tekanan darah tinggi, kecenderungan adanya sumbatan, fungsi antitrombosis atau sumbatan saluran darah, fungsi antitrombosis menurun, gangguan fungsi endotel, yaitu adanya protein dalam urin >30 mg24 jam atau ACR>30mg/g kreatin, kenaikan kadar kortisol, perlemakan hati, dan akhirnya bisa mengarah ke penyakit kardovaskuler dan stroke. Semoga Ulang Tahun Yastroki membawa manfaat kepada keluarga dan masyarakat Indonesia. Selamat Ultah! (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Harian Yastroki). Views: 3514
Hanya Angoota Terdaftar yang dapat memberikan komentar. Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.4 |