|
Minggu lalu bertempat di Kantor Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Menteri Koperasi dan UKM, Surya Dharma Ali, telah mengadakan pertemuan antara para pengusaha nasional atau wakilnya, antara lain Ciputra, Eka Tjipta, Eva Riyanti, Ibrahim Risyad,. James Riady, Rachmat Gobel, Sofyan Wanandi, Sukamdani, Surya Paloh, Hilmy Panigoro, Martha Tilaar, Nirwan Bakrie, Djan Farid) dan wakil-wakil dari asosiasi pengusaha anata lain Kadin, Hipmi, Kukmi, Iwapi, Gapkindo, API, AEKI, Asephi), wakil-wakil gerakan koperasi (a.l. Dekopin, Inkopdit,Inkopwan,KSP Kodanua, KSP Kospin Jasa, wakil dari Yayasan Damandiri serta para pejabat eselon I dari instansi terkait lainnya.
Pertemuan yang dihadiri sekitar 35 orang itu dipandu oleh Deputi Menteri Bidang Pembiayaan, Dr. Agus Muharam. Rapat dimaksudkan untuk menanggapi secara serius dampak krisis keuangan global terhadap pengetatan akses pembiayaan dari perbankan kepada koperasi, usaha mikro dan kecil (UMK). Rapat mengemukan bahwa peran lembaga keuangan mikro (LKM), khususnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) yang bisa menjadi sangat penting sebagai lembaga keuangan nonbank yang melayani pembiayaan bagi pengusaha mikro dan kecil. Namun dirasakan bahwa lembaga-lembaga tersebut masih memerlukan penguatan permodalan yang lebih besar, baik dari pemerintah, maupun masyarakat pada umumnya, khususnya para pengusaha yang peduli terhadap pembangunan kesejahteraan rakyat. Utusan Yayasan Damandiri, Drs. Mazwar Nurdin melaporkan bahwa Rapat itu telah mendorong dan mengajak para pengusaha besar berperan aktif memperkuat Lembaga Keuangan Mikro melalui pembentukan dan atau pengembangan KSP/KJKS. Para pengusaha juga diharapkan membantu pembentukan Koperasi Simpan Pinjam KSP/KJKS yang handal, kuat, dan sehat yang dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat bersama para pengusaha. Lembaga-lembaga itu diharapkan memperluas akses pembiayaan yang lebih baik dan terjangkau oleh usaha mikro dan kecil (UMK) guna mendukung stabilitas dan peningkatan sektor riil pada skala UMK. Pada pertemuan itu dikemukan beberapa alternatif paket pendirian KSP.KJKS oleh masyarakat dan pengusaha besar pemilik perusahaan, antara lain pertama, beberapa pengusaha dari perusahaan besar mendirikan KSP/KJKS dengan menanamkan modal dalam bentuk simpanan pokok, wajib, dan sukarela sebagai saham. Selanjutnya, KSP/KJKS menyalurkan pembiayaan kepada UMK (anggota dan nonanggota Koperasi) secara perorangan, maupun kelompok serta kepada koperasi lain dan anggotanya. Hasil pengembalian dana digulirkan kembali sebagai pembiayaan kepada UMK lainnya. Alternatif kedua, para pemegang saham perusahaan besar mendirikan KSP/KJKS dan menanamkan modal dalam bentuk simpanan pokok, wajib, dan sukarela. SHU diberikan berdasarkan modal disetor, sedangkan pengambilan keputusan one man one vote. KSP/KJKS menyalurkan pembiayaan kepada karyawan dan anggota masyarakat atau UMK, anggota dan nonanggota, secara perseorangan atau kelompok. Hasil pengembalian dana digulirkan kembali sebagai pembiayaan kepada UMK lainnya. Pengaturan operasionalisasi KSP/KJKS ditetapkan lebih lanjut dengan Permen. Alternatif ketiga, paket Pengembangan KSP/KJKS oleh masyarakat/para pengusaha besar dengan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaan multinasional menyisihkan laba perusahaan sebagai dana CSR. Dana tersebut diberikan sebagai hibah kepada KSP/KJKS terpilih hasil seleksi komite yang dibentuk perusahaan multinasional yang bersangkutan. KSP/KJKS menyalurkan pembiayaan kepada karyawan dan anggota masyarakat/ UMK (anggota dan nonoanggota koperasi) secara perorangan, maupun kelompok. Hasil pengembalian dana digulirkan kembali sebagai pembiayaan kepada UMK lainnya. Pengaturan operasionalisasi KSP/KJKS ditetapkan lebih lanjut dengan Permen. Terhadap gagasan diatas, berdasarkan pengalaman masa lalu, Yayasan Damandiri, utamanya saya dan pak Subiakto Tjakrawedaya, medukung gagasan Deputi Pembiayaan, Dr. Agus Muharam, tersebut. Dalam peetemuan itu Yayasan Damandiri diwakili oleh Drs. Mazwar Nurdin, Deputi UKM Yayasan Damandri, sekligus menegaskan komitmen Yayasan untuk ikut membantu memfalitiasi pengembangan koperasi tersebut. Konsep ini perlu didukung karena dirasa ada kecenderungan beberapa bank yang mengurangi dukungan terhadap UKM, atau memindahkan dukungan pada perusahaan-perusahaan menengah dan besar. UMK dan Koperasi seakan terabaikan. Oleh karena itu diakui bahwa sebelum melangkah lebih lanjut, diperlukan data yang rinci dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi, apakah betul soal permodalan, atau jangan-jangan yang lebih merupakan masalah kunci adalah soal SDM, atau perizinan, pemasaran dan sebagainya. Ada yang merasa bahwa yang paling penting bagi koperasi adalah pembinaan SDM melalui pelatihan dan pendampingan serta penyebarluasan ‘success story’ dari koperasi-koperasi yang berhasil. Dalam pertemuan itu jelas sekali bahwa bagi pengusaha yang penting adalah sifat ‘business to business’-nya. Dengan adanya beberapa alternatif konsep tersebut, agar menarik bagi pengusaha apakah dalam skema baru itu para pengusaha diuntungkan. Para pengusaha, pada akhirnya akan menaruh perhatian apakah usaha ini ada insentifnya, seperti potongan pajak dan sebagainya. Kemudian dipertanyakan juga aspek legalitas dan jaminan sustainability dari kebijakan tersebut. Jangan-jangan seperti masa lalu, sudah membantu pemberdayaan melalui Yayasan yang didirikan oleh Pak Harto, malah ditakut-takuti sebagai tindakan yang salah, dan diancam dengan segala macam move politik.. Apabila krisis yang terjadi dewasa ini mirip krisis masa lalu, maka usulan ini perlu mendapat perhatian yang serius. Krisis ekonomi global saat ini berdampak besar kepada perusahaan-perusahaan besar dan menengah; dan bisa kecil terhadap UMK dan koperasi. Oleh karena itu dengan dukungan yang sinergik, dampak yang mungkin masih ditakutkan bisa dihilangkan. Insya Allah. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri, www.haryono.com). Views: 536
Hanya Angoota Terdaftar yang dapat memberikan komentar. Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.4 |