|
Paper POKOK-POKOK PIKIRAN TENTANG PENYAJIAN STATISTIK UNTUK MENJAMIN KUALITAS DAN ARAH PEMBANGUNAN yang disampaikan pada acara Rapat Teknis Nasional (Rateknas) Pimpinan Biro Pusat Statistik (BPS) Propinsi, Kabupaten/Kota di Hotel RedTop, Jakarta tanggal 6 Agustus 2008
POKOK-POKOK PIKIRAN TENTANG PENYAJIAN STATISTIK UNTUK MENJAMIN KUALITAS DAN ARAH PEMBANGUNAN Oleh : Haryono Suyono Ketua Yayasan Damandiri, Jakarta AIS 1963 I. Pendahuluan Badan Pusat Statistik, dulu Biro Pusat Statistik, atau BPS, didirikan dan beroperasi sejak jaman Belanda. Setelah proklamasi BPS mulai nampak perannya yang menonjol sejak tahun 1960-an. Peran yang menonjol itu makin marak sejak tahun 1961 tatkala BPS membuat gebrakan baru mengadakan Sensus Penduduk yang pertama setelah kemerdekaan di seluruh wilayah dengan berhasil. Bersamaan dengan itu, untuk mendukung peningkatan kemampuan, kualitas dan kemungkinan permintaan statistik yang makin bervariasi dan luas cakupannya, dikembangkan Akademi Ilmu Statistik, atau AIS. Lembaga pendidikan AIS itu didirikan untuk menghasilkan sarjana muda statistik yang ahli dalam pengumpulan dan penyajian data statistik dengan baik dan tepat waktu. Sarjana muda yang lulusan pertamanya muncul pada tahun 1960 itu langsung aktif menjadi penyelenggara Sensus Penduduk yang pertama. Lulusan angkatan berikutnya melanjutkan tradisi itu dan ikut aktif menyelenggarakan Sensus Pertanian yang diadakan pada tahun 1963. Lulusan berikutnya, angkatan ketiga, ikut aktif menjadi pendamping ahli-ahli PBB merancang dan menyelenggarakan Sensus Industri yang pertama pada tahun 1964. Begitu seterusnya setiap lulusan langsung mendapat kepercayaan dalam tugas-tugas nasional dengan kepercayaan yang sangat membanggakan. Sementara banyak sekali lulusan berikutnya menggantikan tenaga-tenaga ahli lama dengan latar belakang pengalaman statistik yang bersifat rutin. Lulusan AIS itu sebagian meneruskan pendidikan yang lebih tinggi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan di luar negeri. Sebagian berhasil meraih gelar Master atau doktor dalam bidang statistik atau ilmu lain yang mempunyai kaitan erat dengan subyek yang phenomenanya dijelaskan dalam berbagai data statistik yang diterbitkan BPS. Di kemudian hari didirikan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) yang menghasilkan sarjana dalam bidang statistik, yang seperti lulusan AIS, berasal dari berbagai instansi dan dikembalikan ke lembaga asalnya untuk mengolah dan menyajikan statistik di seluruh Indonesia. Dengan masukan tenaga dari berbagai sumber dengan kualitas yang tinggi itu kualitas dan variasi data yang disajikan oleh BPS dan berbagai lembaga bertambah baik, luas dan dapat diandalkan. Setelah limapuluh tahun AIS dan STIS, keadaan produsen dan konsumen data statistik berubah, tidak lagi pemerintah tetapi juga swasta, para pengamat dan masyarakat madani yang membangun dirinya secara mandiri. Produsen dan konsumen statistik yang luas itu latar belakang pendidikan dan asal usulnya juga bervariasi sehingga diperlukan cara untuk saling mengerti definisi, batasan serta cara penyajian data yang saling difahami, mudah dicerna dan tidak saling dipertentangkan diluar bagasan yang ada. Diperlukan juga kode etik untuk mempertahankan kualitas data yang dihasilkan agar arah pembangunan lebih berhasil, menguntungkan semua pihak dan sekaligus mengikuti arahan dan kesepakatan internasional yang berbobot. Pengumpulan dan penyajian dalam bentuk baru itu sekaligus harus mengetengahkan data statistik yang bermutu tetapi juga menjadi mudah dicerna oleh konsumen yang sangat bervariasi. Data yang disajikan sekaligus harus pula menjadi data dasar yang dapat diolah kembali oleh konsumen yang bervariasi, karena kepentingannya yang berbeda-beda, dengan mudah dan benar. II. Latar Belakang Seperti biasa sumber data statistik minimum ada tiga macam, yaitu statistik rutin yang bersumber dari laporan administrasi manajemen, hasil survey atau penelitian sampling, serta hasil-hasil berbagai jenis sensus. Berbagai jenis data statistik itu mempunyai validitas dan tingkat kepercayaan yang berbeda-beda. Suatu data statistik rutin sangat tergantung dari intepretasi para pengumpul laporan administrasi dan manajemen dengan cara intepretasi definisi yang tergantung pada petugas pencatatnya. Variasi yang disebabkan oleh pencatat pelaporan tidak dapat dengan mudah dibandingkan dari satu bagian dengan bagian lainnya, dari satu kantor dengan kantor lainnya. Pemakai data statistik semacam ini harus sangat hati-hati dan mengambil keputusan dengan kepercayaan yang terbatas. Laporan suatu survey atau sampel survey biasanya lebih kuat dan mempunyai ukuran-ukuran kesaksamaan matematik yang dapat diwujudkan dengan angka-angka. Tetapi, seperti halnya data statistik lainnya, sample survey juga mempunyai keterbatasan yang harus ditanggapi secara hati-hati dalam mengambil kesimpulan atau prediksi jangka panjang yang sifatnya lebih labil. Seperti juga sample survey, data yang berasal dari sumber ketiga adalah data Sensus yang mempunyai cakupan yang lebih luas tetapi pencacahannya dilakukan oleh pencacah dengan jumlah besar dengan kemungkinan variasi yang juga lebih luas. Penentuan definisi dan interpretasinya bisa juga sangat bervariasi tetapi dalam hal seperti ini biasanya para ahli statistik mempunyai cara-cara tersendiri untuk mengukur validitas maupun keseksamaan data yang dihasilkannya. Dalam pengolahan modern, latar belakang sistem pengumpulan data, serta kekurangan atau kelebihannya, bisa dijelaskan melalui pengolahan modern dan cara penyajian yang lebih bervariasi lengkap dengan standard error yang dengan mudah bisa dihitung melalui sistem pengolahan modern. Cara penyajian yang bervariasi memungkinkan pemakai data untuk mengambil kesimpulan yang lebih berani dan sekaligus, dengan tambahan data kuantitatif yang berasal dari sumber lain, bisa diambil kesimpulan, atau menghidangkan prediksi yang lebih akurat, atau minimum mengandung kebenaran dengan variasi yang dapat diterima. Para pemakai data juga bisa memberikan penyajian sesuai kebutuhan lembaganya atau sesuai selera yang dituntut konsumennya. Konsumen mendapat kepercayaan data yang akurat dan valid yang menjamin kepercayaan terhadap pilihannya atau terhadap hasil pembangunan yang keberhasilannya diukur dari data statistik yang dihasilkan BPS. III. Prinsip dan Tujuan Penyajian Statistik Penyajian statistik pada tingkat yang pertama harus merangsang motivasi bagi para perancang dan pelaksana pembangunan, apapun bidangnya, untuk mempergunakan data statistik yang valid dan terpercaya. Tujuan ini adalah semata-mata untuk menghasilkan perencanaan yang berbobot dan menghasilkan prediksi hasil yang diharapkan. Karena sifatnya merangsang, maka pengumpulan statistik masa kini, berbeda dengan masa lalu yang hampir pasti dipergunakan oleh pemerintah, penyajian data masa kini harus bisa merangsang minat dari berbagai kalangan yang luas. Kalangan yang luas itu adalah pemerintah dan aparatnya, para pemimpin dan perencana pembangunan swasta, kelompok legislatif yang menilai hasil dari pelaksanaan pembangunan yang diselenggarakan oleh aparat pemerintah, serta masyarakat madani yang dewasa ini berhak pula mengawasi dan menilai hasil-hasil pembangunan. Bagi kalangan pemerintahpun dewasa ini tidak harus memakai data statistik yang dihasilkan oleh BPS, tetapi juga data yang dikumpulkan dan disajikan oleh lembaga lain di luar BPS. Kalangan swasta dan masyarakat madani mempunyai pilihan yang lebih bebas. Oleh karena itu, sebelum menghasilkan laporan rutin statistik, sample survey atau berbagai sensus, harus dilakukan berbagai kesepakatan dan komitmen dengan berbagai stage holders, baik yang menyelenggarakan kegiatan statistik maupun calon konsumen dari data statistik yang akan dihasilkan. a. Definisi dan Kualitas Data Untuk maksud itu perlu dilakukan berbagai pertemuan untuk mendapatkan konsensus tentang definisi dan kualitas data yang diharapkan. Proses menyamakan definisi ini sekaligus merupakan suatu kesempatan untuk fokus yang lebih tepat dari berbagai upaya penggunaan variabel yang bakal dijadikan indikatornya/ Indikator itu harus dipastikan dan disepakati mewakili ukuran dari phenomena yang akan dikembangkan data statistiknya. Dalam hal-hal tertentu suatu definisi internasional dapat dipergunakan oleh BPS, tetapi definisi ini ada baiknya segera dikomunikasikan kepada lembaga-lembaga “subject matters” agar merekapun bekerja dalam ukuran atau arahan yang sama dengan apa yang nantinya akan diukur dengan data statistik. Apabila proses ini tidak dilakukan, bisa timbul “pertempuran” yang tidak perlu antara statistik yang dihasilkan BPS dan kegiatan yang mungkin sudah dilakukan dengan gegap gempita oleh instansi yang bersangkutan. Proses menyusun dan mengadakan penyegaran tentang definisi dan kualitas data ini akan memberikan kegiatan yang tidak ada habisnya bagi BPS untuk berbagai saling pengertian antara BPS dan lembaga-lembaga terkait agar masing-masing dapat saling mengerti dan mengembangkan fokus yang lebih jelas dan terarah. b. Jaringan Pendukung Data Berkualitas Proses kerjasama pengembangan definisi dan arahan pengumpulan data itu sekaligus dapat dipergunakan untuk membangun jaringan pendukung dan kemungkinan pengumpulan data yang berkualitas. Tanpa jaringan pendukung yang berkualitas tersebut tidak mungkin diperoleh data statistik yang valid dan berkualitas.
Oleh karena itu AIS dan STIKS atau kursus-kursus statistik untuk pengembangan SDM dalam bidang statistik merupakan salah satu syarat bahwa data statistik yang disepakati definisinya itu dikumpulkan dengan indikator-indikator yang valid. Dengan indikator yang valid tersebut selanjutnya didukung dengan SDM yang bisa membaca dan mempergunakan indikator yang definisinya sudah disepakati, oleh BPS dan instansi yang program-programnya diukur serta disajikan statistiknya. IV. Penyajian Statistik Melalui proses seperti itu, dalam suasana produsen dan konsumen statistik yang bervariasi, diperlukan penyajian data statistik yang dibandingkan dengan penyajian statistik di masa lalu. Penyajian data statistik itu minimal diharapkan mengikuti tujuan untuk demo dan pemberi tahuan yang sederhana, analisis yang lebih mendalam, dijamin kualitasnya baik karena lembaga BPS yang kredibel maupun karena data yang dikumpulkan memenuhi syarat-syarat yang baik. Lebih dari itu statistik yang dikumpulkan dan disajikan juga memenuhi kepercayaan masyarakat dan budaya yang sedang berkembang. a. Demo dan Pemberi Tahuan Cara penyajian yang utama adalah statistik disajikan secara sederhana sebagai demo atau pemberi tahuan tentang phenomena yang berkembang dalam masyarakat. Karena sifatnya sangat umum maka jenis penyajian yang pertama ini bisa dalam bentuk tabel, chart atau peta tetapi sifatnya sangat sederhana dan menarik sehingga siapapun pemakainya, tanpa harus sekolah AIS atau STIS bisa menangkap dengan mudah dan jatuh hati. Sistem penyajian seperti ini sifatnya merangsang awareness untuk menimbulkan minat dan akhirnya menanyakan lebih detail tentang phenomen yang ada. Penyajian ini bisa saja dengan bentuk tabel-tabel atau chart “aneh” asalkan tetap mempergunakan kaidah-kaidah statistik yang valid, benar dan dapat dipercaya. Karena sifatnya menarik perhatian, ada baiknya dalam penerbitan BPS masa depan, yang biasanya berupa tabel-tabel frekuensi, dilampiri pula dengan infroduksi demo dengan sajian menarik agar setiap pemakai data statistik atau penerbitan BPS bisa tertarik dan menugasi stafnya untuk mengadakan analisis yang lebih mendalam. Penyajian demo itu bisa menjadi bagian dari pengantar penerbitan statistik yang biasanya memuat keterangan tentang definisi dan batasan-batasan dari variabel yang disajikan statisitknya. Penyajian demo itu bisa dilakukan dengan gambar-gambar atau ilustrasi lain yang menarik. b. Analisis dan Pendalaman Berbeda dengan penyajian untuk keperluan demo, penyajian untuk analisis yang lebih mendalam memerlukan spesifikasi yang lebih mendalam. Penyajian dalam bentuk tabel, chart atau peta bersifat lebih detail. Penyajiannya juga bisa sangat rumit dan dengan bentuk tabel atau chart silang yang lebih terperinci. Termasuk di dalamnya juga dengan keterangan yang lebih lengkap. Dalam keadaan konsumen yang lebih luas, BPS juga harus siap menyajikan data dalam bentuk digital dengan kesempatan on line melalui tayangan web yang bisa diakses dengan mudah melalui komputer dan jaringan lain yang sangat luas. Dalam hal-hal organisasi lain dengan fungsi kontrol seperti DPR, atau analis-analis terdaftar, dapat pula mendapatkan data dalam bentuk beta untuk analisis awal. Apabila data final sudah siap, sesegera mungkin data beta itu bisa digantikan dengan cepat. Proses penyajian dengan sistem on line tersebut dan dalam bentuk digital memungkinkan pemakai data untuk mengolah secara sederhana sesuai dengan minat masing-masing analis atau lembaga dengan kepentingannya yang luas. Tetapi bagi pemakai yang tidak mau repot-repot mengadakan analisis, dan mengolah tabel yang rumit, BPS bisa juga melalui sistem on linenya menyediakan cross tabulasi yang luas menurut berbagai latar belakang ilmu yang sudah berkembang maju dewasa ini. c. Jaminan Kualitas Lembaga dan Budaya Kerjasama Untuk sekaligus menunjukkan kualitas BPS dan stafnya yang handal, setiap kali BPS akan menyajikan hasil survey dalam penerbitan baru, BPS bisa mengundang ahli-ahli dibidangnya untuk bertemu. Bersama ahli-ahli subject matters, BPS mengembangkan analisis data yang akan diterbitkan. Kesempatan itu dapat dipergunakan untuk berbagi data awal dan menampung permintaan cross tabulasi atau pemberian data digital secara terbatas. Pemberian data itu dimaksudkan agar pada saat penerbitan dikeluarkan, para ahli bisa memberikan komentar atau analisis tambahan yang memperjelas phenomena yang disajikan statistiknya.
Ajakan kepada para ahli subject matters tersebut menjamin tumbuhnya peminat statistik yang loyal terhadap BPS. Kerjasama itu mengurangi keterbatasan BPS akan program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga. Bisa juga dipergunakan oleh BPS untuk memperjelas phenomena apa saja yang diberikan data statistiknya sebagai ukuran keberhasilan program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh berbagai departemen atau instansi pemerintah. Atau sekaligus untuk menjelaskan kepada publik apa saja yang telah dicapai dan bagaimana membaca statistik yang diterbitkan oleh BPS. V. Penutup Penyajian data, baik dalam penerbitan BPS yang selama ini rutin dilakukan oleh BPS berupa tabel, chart atau peta statistik perlu dirombak dan dilengkapi dengan ringkasan eksekutif yang lebih merangsang dan menarik. Daya tarik itu perlu dilakukan agar para analis dan pemakai data statistik bisa memberikan penilaian yang benar akan indikator dan data statistik yang dipergunakan untuk perencanaan maupun untuk menilai hasil pembangunan. Proses ini sekaligus untuk memberi kesempatan pertumbuhan statistik yang bermutu, valid, benar, dapat dipercaya dan berkelanjutan serta membawa manfaat kepada rakyat banyak. Masyarakat tidak menghasilkan statistiknya sendiri-sendiri dengan bias yang tidak terukur dan akhirnya menyesatkan banyak orang. Views: 2287
Hanya Angoota Terdaftar yang dapat memberikan komentar. Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.4 |