|
Article
|
|
16 May 2002 Banyak kalangan menolak modernisasi karena dengan itu akan kehilangan ciri ketimuran yang penuh dengan persahabatan. Untuk melindungi dirinya orang-orang semacam itu, terutama penduduk negara berkembang, yang percaya bahwa masa lampau penuh dengan keakraban dan kepadatan budaya, menolak pembangunan yang diperkirakan akan mempertipis solidaritas dan persahabatan itu. Ada kalanya mereka menolak didirikannya sekolah di sekitar perkampungannya. Kalau mendirikan juga sekolah, terpaksa sekolah itu didirikan di tengah sawah yang jauh dari permukiman. Padahal, di tengah kampung masih banyak tanah kosong yang bisa dijadikan pusat pendidikan dan sekaligus pusat peradabaan baru. Be first to comment this article | Views: 329 |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Article
|
|
29 April 2002 Di Jawa Timur ada suatu "joke" yang segar, yaitu bahwa Jatim mempunyai Gubernur seumur hidup Bapak Muh Nur. Setiap Gubernur lainnya, termasuk Gubernur Jatim yang sekarang, Bapak H. Imam Oetomo, adalah sekedar pengganti Pak Nur. Gubernur yang satu ini sangat terkenal karena selalu dekat dengan rakyat. Peristiwa demi peristiwa suka dan duka yang menyangkut kepentingan rakyat banyak selalu menjadi perhatian Gubernur Muh Nur. Kalau nampak di televisi, Gubernur Muh Nur selalu ada bersama rakyatnya, tidak pernah memihak mereka yang memusuhi rakyat. Salah satu motto dari banyak motto pembangunan yang sangat terkenal dari Gubernur Muh Nur adalah bahwa pembangunan itu bisa dianggap berhasil bukan karena angka-angka statistik yang njlimet, tetapi "yen rakyat biso gumuyu", yang artinya, "kalau rakyat bisa ketawa". Be first to comment this article | Views: 322 |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Article
|
|
22 April 2002 Dalam abad ke dua puluh satu ini di seluruh dunia terdengar nyaring genderang reformasi ditabuh bertalu-talu. Peristiwa ini menempatkan setiap Ibu rumah tangga dalam persaingan yang dahsyat antara komunikasi dunia yang gegap gempita dan urusan pendidikan anak yang sangat menantang. Disatu pihak setiap Ibu berusaha menanamkan nilai-nilai agama dan budi pekerti luhur melalui pendidikan anak-anaknya untuk membangun kemampuan untuk masa depan yang penuh kedamaian, kasih sayang dan saling menghargai, dilain pihak semua orang dihadapkan pada fenomena lapangan yang penuh dengan saling fitnah, saling hujat, saling hantam, dan saling bunuh. Be first to comment this article | Views: 1349 |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Article
|
|
01 April 2002 Dengan kesadaran tinggi akan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa, para pengambil keputusan telah menyegarkan komitmen meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui berbagai upaya dibidang pendidikan dengan lebih sungguh-sungguh. Program Wajib Belajar 9 Tahun dihidupkan kembali dengan harapan segera diikuti dengan advokasi yang lebih gegap gempita dan dana yang memadai. Putusan menghapus Ebtanas diharapkan segera diikuti dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan perhataian yang lebih besar pada pendidikan tingkat menengah keatas. Be first to comment this article | Views: 499 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Thursday, 05 April 2007 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Article
|
|
03 March 2002 Minggu lalu kami sajikan tulisan sederhana untuk menyambut penyegaran komitmen menghidupkan kembali upaya pengentasan kemiskinan besar-besaran yang pernah dilakukan pemerintah mulai tahun 1993. Upaya pendekatan pemberdayaan sumber daya manusia itu secara langsung diarahkan kepada keluarga kurang mampu. Upaya itu terkenal sebagai pendekatan Inpres Desa Tertinggal (IDT) untuk menolong keluarga miskin di 22.800 desa tertinggal. Pada desa lain, sekitar 43.000 desa yang dianggap tidak tertinggal, dilakukan upaya lain secara serentak dengan dukungan Yayasan Damandiri untuk menolong keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I. Upaya tersebut bersifat rangsangan membangun gerakan pemberdayaan mandiri melalui latihan menabung Takesra dan latihan kewirausahaan dengan dukungan kredit Kukesra. Disamping itu banyak program lain yang mengantar keluarga miskin seperti Program P4K melalui Departemen Pertanian dan Program KUBE melalui Departemen Sosial. Be first to comment this article | Views: 556 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Thursday, 05 April 2007 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1406 - 1410 dari 1456 |