Artikel untuk Media

Prev Next

MENDORONG PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN KE DESA

Pada awal bulan ini, UNFPA bersama BKKBN, menggelar pertemuan evaluasi mengulas hasil dan dampak Konperensi Kependudukan di Cairo duapuluh tahun lalu. Pada waktu itu gerakan pembangunan kependudukan dan KB di...

Administrator 21 Apr 2014 Hits:7 Artikel

Read more

MENJAMIN ANAK BANGSA BISA SEKOLAH

Satu minggu lagi bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2014. Hari Pendidikan Nasional tahun ini sangat penting karena tahun ini merupakan tahun pergantian Kabinet dari kepemimpinan Presiden...

Administrator 21 Apr 2014 Hits:3 Artikel

Read more

KARTINI MUDA LEBIH BERPENDIDIKAN DAN MAJU

Hari ini adalah hari lahir Ibu kita Kartini dan biasa disebut sebagai Hari Kartini. Ibu Kartini adalah seorang pelopor perjuangan kaum perempuan di Indonesia. Memperingati Hari Kartini kita diingatkan pada...

Administrator 14 Apr 2014 Hits:27 Artikel

Read more

MEMPERKUAT SOLIDARITAS SOSIAL DI DESA

Awal minggu ini, Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (PSPK), Kementerian Sosial RI, Dr. Hartono Laras, mengadakan pertemuan dengan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraaan Sosial (DNIKS) di Jakarta. Dengan didampingi...

Administrator 14 Apr 2014 Hits:18 Artikel

Read more

TIDAK ADA UPAYA YANG TERLAMBAT

Segera usai Pesta Demokrasi berlangsung, IAIN Surakarta, setelah mengikuti sosialisasi pengembangan Posdaya berbasis Masjid di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mengadakan pendaftaran dan gelar persiapan yang intensif untuk mengirim tidak...

Administrator 08 Apr 2014 Hits:16 Artikel

Read more

KESEMPATAN BARU DI PEDESAAN

Minggu lalu, dalam kesempatan Kampanye Pemilu yang marak, seluruh Direktur dan Jajaran Direksi dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Daerah dari seluruh Jawa Tengah dan DI Yogyakarta berkumpul di...

Administrator 07 Apr 2014 Hits:22 Artikel

Read more
Gerakan Bantul Bangkit Inspirasi Bagi Daerah Lain PDF Print E-mail

Gerakan Bantul Bangkit Inspirasi Bagi Daerah Lain

Image
Wakil Bupati Bantul Drs H Suwarno Prodjosumantri saat memberikan sambutan
Laporan: Hari Setiyowanto, Reporter Radio DFM 103.4 Jakarta

Gempa bumi yang telah melunluhlantakan Bantul pada 26 Mei 2006 lalu, dan menelan korban meninggal 800 orang lebih itu tidak membuat masyarakat kabupaten ini larut dalam penderitaan. Bahkan sebaliknya, masyarakat bantul bangkit dengan ketegaran. Secara bersama-sama dengan penuh kesadaran untu bergerak membangun tempat tinggal dan memulai  kerja baru. Kebangkitan masyarakat Bantul bisa menjdai inspirasi masyarakat Indonesia lainnya yang terkena bencana.

"Gerakan Bantul Bangkit hendaknya bisa ditiru masyarakat korban bencana alam lainnya di Indonesia. Gerakan ini menunjukkan adanya semangat untuk bangkit dan maju meskipun telah dilanda bencana alam gempa bumi yang sangat besar,” kata Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) Prof Dr Haryono Suyono.

Image
Saat menyerahkan secara simbolik bantuan kepada Wakil upati Bantul
Menko Kesra dan Taskin era Presiden BJ Habibie menilai, masyarakat Bantul begitu gigih untuk bangkit dan maju. Menurutnya, mereka tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut.

”Semangat ini sangat membanggakan kita semua," ujarnya, saat menyerahkan bantuan kepada dua kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) di Dukuh Derman Gersik RT 6/39, Kelurahan Sumber Mulyo, Bambang Lipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Apa yang dikatakan Ketua Yayasan Damandiri dibenarkan Wakil Bupati Bantul Drs H Suwarno Prodjosumantri. ”Sejak terjadinya gempa bumi pada 26 Mei 2006 lalu itu, semangat masyarakat sempat turun drastis. Apalagi di Dukuh Derman Gersik ini korban meninggal mencapai 18 orang dan korban meninggal di Kecamatan Bambang Lipuro tercatat 80 orang dan puluhan rumah warga hancur,” jelasnya.

Menurut mantan Asisten Bidang Tata Praja Kabupaten Bantul ini, kerugian akibat gempa bumi yang dirasakan kecamatan ini termasuk paling parah. Kondisi ini sempat membuat masyarakat drop.

Image
Penyerahan bantuan kepada UPPKS Aster dan Duku oleh Wakil Bupati Bantul
Bantuan UPPKS
Dalam kegiatan kunjungannya Ketua Yayasan Damandiri ke Bantul Haryono Suyono menyerahkan bantuan kepada dua kelompok UPPKS. Kedua kelompok UPPKS itu adalah UPPKS Aster dan UPPKS Duku, masing-masing mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 20 juta. Penyerahan bantuan ini secara khusus diserahkan Haryono Suyono kepada ”yuniornya” DR Sugiri Syarief, MPA selaku Kepala BKKBN Pusat yang juga ”pembina” kelompok-kelompok UPPKS di seluruh Indonesia.

Selain itu, pada kesempatan itu, Haryono Suyono juga menyerahkan sebuah hand tracktor (pengolah tanah) dan oven untuk membuat roti. Penyerahan bantuan dilakukan di Dukuh Derman Gersik RT 06, Kelurahan Sumber Mulyo, Kecamatan Bambang Lipuro, Bantul.

Penyerahan bantuan disaksikan langsung Kepala BKKBN Pusat Sugiri, Dirut Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta Suharsoyo, Direktur Pemasaran BPD DIY Sulcha Prihasti, Wakil Bupati Bantul H Suwarno, dr Loet Affandi, SPOG dan Mulyono Dhanipawiro, MBA dari Yayasan Damandiri dan ibu-ibu anggota UPPKS.

”Semangat untuk bangkit yang dimiliki masyarakat inilah yang membuat Yayasan Damandiri tergerak untuk memberikan bantuan. Selain itu, masyarakat juga menyambut baik bantuan yang telah diberikan Damandiri, ini terbukti de-ngan banyaknya permintaan dari masyarakat,” ujar Haryono Suyono.

Karena tingginya permintaan itu, Menteri Kependudukan dan Kepala BKKBN era Presiden Soeharto ini menambahkan, sejak tahun 2002 hingga saat ini Damandiri telah menyalurkan bantuan pinjaman lunak kepada masyarakat DI Yogyakarta sebanyak Rp 172 miliar dengan total masyarakat penerima bantuan sebanyak 11.500 orang.

Image
Salah satu rumah bantuan Yayasan Damandiri
"Bantuan selama ini kami titipkan melalui BPD DI Yogyakarta. Awalnya Rp 60 miliar, kemudian menjadi Rp 100 miliar, dan saat ini telah mencapai Rp 172 miliar," terangnya.

Yayasan Damandiri, menurutnya selain memiliki program yang bertujuan  mendorong dan menggerakkan keluarga korban gempa suapaya bisa kembali bangkit, juga memberi bantuan pembangunan rumah kembali kepada korban bencana yang rumahnya rusak parah. Kegiatan kepedulian tersebut dikoordinir BRAy Prabu Kusumo. Setiap bulan ada 15 rumah yang dibangun, dan diharapkan hingga akhir tahun 90 unit bangunan rumah layak huni yang tersebar di Bantul sudah bisa diselesaikan.

Haryono juga mengungkapkan, saat ini Yayasan Damandiri tengah merencanakan pemberian bantuan anak asuh bagi biaya pendidikan anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu korban bencana gempa bumi di Bantul. Anak-anak berprestasi itu akan disekolahkan ke sekolah unggulan dengan biaya dari Damandiri, katanya.

Pada kesempatan bertemu dengan warga binaanya pada 30 tahun silam, Haryono melemparkan seloroh candaanya. ”Pak Giri (Sugiri Syarief, red), ibu-ibu UPPKS meski telah bergiat lebih sekitar 30 tahun tapi tetap nampak cantik-cantik bahkan semakin cantik. Hal ini tidak lain karena ikut program KB (Keluarga Berencana),” ujarnya yang serta merta disambut tepuk tangan meriah.

Sedangkan ke Wakil Bupati, Ketua Yayasan Damandiri ini menginformasilkan bila pihaknya telah menyampaikan rencana garapan barunya tentang program pos pemberdayaan dalam bidang yang lebih luas. ”Maka dengan sendirinya, ibu-ibu harus memegang peranan yang paling utama,” tandas Haryono seraya menambahkan agar jangan lupa mengajak para suaminya sehingga suaminya pun bisa ikut aktif.

 

Aktifitas Terkini

JAMBORE LANSIA: HARAPAN DAN KEPEDULIAN PARA LANSIA INDONESIA

Oleh Riri Wijaya, reporter Radio DFM

“Menjadi lansia bukanlah akhir dari segalanya, namun dapat menjadi titik awal yang lebih terbuka untuk mengabdikan diri pada bangsa dan Negara.”  Demikian pernyataan dalam kata sambutan yang penuh optimisme dari Ketua Panitya Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) 2012,  Prof. DR. H. Haryono Suyono, dihadapan peserta Jambore Lansia yang berlangsung di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah, Selasa  malam (29/5).


Read More...

PERINGATAN HALUN DI ISTANA NEGARA MENGUKUHKAN GERAKAN LANSIA PEDULI TIGA GENERASI

Oleh Riri Wijaya, reporter Radio DFM

Ketua Panitia Hari Lanjut Usia  Prof. DR. Haryono Suyono menyatakan, peringatan Hari Lansia Nasional 2012 yang jatuh pada hari ini, akan dijadikan momentum gerakan Lansia Peduli Tiga Generasi. Selain gerakan peduli sesama lansia, melalui gerakan Posdaya, lansia bisa memberikan manfaat dan perhatian kepada generasi di bawahnya, yaitu balita dan remaja.


Read More...

Musyawarah Daerah PWRI Jawa Tengah, 27 Maret 2021



Selaku Ketua Umum PB PWRI Prof Dr Haryono Suyono memberi sambutan pada pembukaan Musyawarah Daerah PWRI Jawa Tengah, di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/3)


Read More...

ToT dan OST Posdaya se Sumatera Barat, 26 – 27 Maret 2012


Training of Trainer (ToT) dan Observation Study Tour (OST) yang diikuti oleh LKKS, SKPD terkait dan LPM Perguruan Tinggi se Sumatera Barat.


Read More...

Lokakarya Klinik IPTEK MINA Bisnis Kementerian Kelautan dan Perikanan, 22 Maret 2012


Lokakarya Klinik IPTEK MINA Bisnis yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, 22 Maret 2012.


Read More...

Gebyar Percepatan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta, 22 Maret 2012


Gebyar Percepatan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta diisi kegiatan Pengukuhan PPKB RW, Penganugrahan bagi PPKB RW, Penganugrahan KB Lestari, Penghargaan Ketua TP PKK Kelurahan, Temu Wicara, Penghargaan Pengelolaan Program , 22 Maret 2012.


Read More...
012345

Klipping

Sebanyak 70 Negara Ingin Kembangkan Posdaya

Sebanyak 70 Negara Ingin Kembangkan Posdaya

Harian Pelita, Kamis, 10 Juli 2008

R1BUAN warga dari 70 negara terkesima mendengarkan paparan soal Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang disampaikan Ketua Umum DNIKS, Prof Dr Haryono Suyono. Pertemuan di Kota Tours yang jaraknya sekitar 200 km dari Kota Paris, Perancis, bertajuk dinamika kesejahteraan sosial dalam era globalisasi atau "33rd Global Conference of lCSW"


Read more...

Jangan Anggap Angin Lalu

Kompas, Sabtu, 25 November 2006

Haryono Suyono
Untuk kesekian kalinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10 November 2006, bertepatan dengan Hari Pahlawan 2006, memberi peringatan lampu kuning atas pertumbuhan penduduk di Indonesia. Presiden, di luar teks yang disiapkan, memberi gambaran betapa berat akibat pertumbuhan penduduk yang tidak terkendalikan.


Read more...