KKN Rangsang Mahasiswa Wirausaha PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 07 May 2009 10:24
Image
Pak Haryono dan Rektor Universitas Pancasila pada talk show Radio DFM 103,4 FM
Harian Jurnal Nasional
, Kamis, 7 Mei 2009

by : Timur Arif Riyadi

Jakarta | Jurnal Nasional

MAHASISWA dinilai perlu memiliki bekal kewiriusahaan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) salah satu bentuk membangun jiwa wirasaha pada mahasiswa. Sayangnya, KKN belum menjadi mata kuliah wajib di setiap perguruan tinggi di Indonesia.
Berbicara dalam diskusi bertema: KKN dan Entrepreneurship di Gedung Granadi, Jakarta, Rabu (6/5), Koordinator Program Pengembangan SDM dan Posdaya Institut Pertanian Bogor (IPB) Yannefri Bakhtiar mengatakan, KKN terbukti mampu memberdayakan dan bahkan mampu menciptakan lapangan kerja di masyarakat.

Dikatakan, kegiatan entrepreneurship dalam setiap KKN tematik di IPB sangat menonjol. Bahkan hasil KKN salah satunya bisa melahirkan lembaga keungan mikro yang dibidani mahasiswa KKN. "Semacam koperasi simpan pinjam, tapi dengan skala yang sangat kecil. Karena kebutuhan keluarga miskin untuk berwirausaha juga tidak membutuhkan modal besar," kata Yannefri.

Tak hanya perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta pun tak mau ketinggalan. Berbicara dalam forum yang sama, Rektor Universitas Pancasila (UP) Edi Toet Hendratno mengatakan, selama ini kampus hanya memfasilitasi kegiatan KKN mahasiswa tanpa sedikit pun memberikan stimulus dana. "Tapi mahasiswa KKN kreatif dengan cara mencari sendiri dana di tengah masyarakat untuk selanjutnya dikelola bersama masyarakat," katanya.

Sebab itu Edi menilai, KKN merupakan mata kuliah wajib yang sangat penting. "KKN tak hanya bisa membentuk semangat wirausaha pada mahasiswa. Mereka jadi punya sense of crises yang hanya bisa mereka pelajari bila terjun langsung di lapangan," katanya.

Ketua Yayasan Damandiri yang juga pencetus KKN tematik Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Haryono Suyono pun mengatakan, penting bagi pemerintah terus mendorong program KKN ini. Sebab, KKN mampu mendorong masyarakat dan mahasiswa makin mandiri serta bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

"Dalam waktu dekat kami akan undang Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas untuk memberikan penjelasan tentang kedudukan KKN dalam kurikulum di perguruan tinggi," katanya. Hal itu terkait posisi KKN dalam kurikulum yang masih sepenuhnya diserahkan pihak perguruan tinggi untuk mengadakannya.

Mantan Kepala BKKBN ini menilai, KKN merupakan program yang inspiratif dan mendorong masyarakat bisa menciptakan lapangan pekerjaan. "Kami di Yayasan Damandiri juga mendorong inisiasi dengan mengundang entrepereneur sekaliber Ciputra untuk mendorong Posdaya yang melibatkan mahasiswa agar lebih sensitif melihat apa yang bisa diciptakan di lingkungan sekitar," katanya. @ Timur Arif Riyadi