Harian Madina , Edisi 241, 1 - 7 Juni 2009
(Lombok Barat, MADINA): Bupati Lombok Barat, Dr H Zaini Arony MPd., mengungkapkan Indeks Pembangunan Manusia di daerah ini masih tertinggal jauh.
Bertempat di Bencingah Giri Menang Kantor Bupati Kabupaten Lombok Barat, Kamis lalu, dilaksanakan sosialisasi pemberdayaan keluarga melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang dihadiri oleh sekitar 600 orang undangan dari seluruh jajaran baik Sub Ordinat Struktural, Institusi Sosial seperti, LSM, Pondok Pesantren, PKBM dan organisasi masyarakat lainnya dan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan Yayasan Damandiri Jakarta yang dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Mandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono.
Bupati Lombok Barat, DR. H. Zaini arony, MPd., dalam sambutannya menegaskan kembali, betapa besar peran keluarga sebagai institusi terkecil masyarakat bangsa dalam pembangunan nasional. Dari keluarga inilah akan menjadi penopang bergeraknya gerbong kebangkitan Lombok Barat. Dalam kesempatan itu Bupati Lombok Barat mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Lombok Barat untuk bersama-sama menyinsingkan lengan baju, bergerak bersama dalam langkah dan irama terpadu untuk memberdayakan keluarga dan masyarakat serta mengejar ketertinggalan daerah sehingga Lombok Barat dapat melangkah kedepan melakukan percepatan (akselerasi) untuk mewujudkan masyarakat yang Maju, Mandiri dan Bermartabat. Untuk mewujudkan impian indah tersebut Pemerintah Lombok Barat melakukan kerjasama dan memperluas jaringan (networking) dengan lembaga-lembaga internal dan eksternal. Pengembangan jaringan melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Posdaya dengan Yayasan Damandiri, menjadi daya dorong (driving force) bagi seluruh SKPD dan Badan Organik di Pemerintah Lombok Barat. Dalam kesempatan itu Bupati Lombok Barat menyatakan, bahwa realitas pembangunan daerah Kabupaten Lombok Barat masih rendah, ini ditandai dengan Indeks Pembangunan Masnusia Lombok Barat yang masih tertinggal jauh, baik dari indikator pendidikan, kesehatan maupun paritas daya beli masyarakat. Hal ini merupakan tantangan bagi seluruh lapisan masyarakat Lombok Barat untuk terus berpacu, bergerak bersama pada pemberdayaan masyarakat. Posdaya merupakan langkah terpadu (integrated) karena tidak bergerak dalam satu sektor saja akan tetapi lintas sektoral yaitu keluarga berencana, pendidikan masyarakat melalui penguatan PKBM dan institusi ekonomi seperti koperasi pedesaan. Sehingga dengan menandatanganan MoU Program Posdaya ini, Pemerintah Kabupaten Lombok barat mencanangkan gerakan Posdaya dan akan membentuk Posdaya disetiap desa sebagai Embrio dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat khususnya dan NTB pada umumnya. Dalam pidatonya Ketua Yayasan Damandiri Prof. Dr. Haryono Suyono, meminta agar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat secara terus-menerus mengajak dan mendorong masyarakatnya untuk bergerak secara bersama-sama dalam melakukan penataan-penataan sehingga rakyat dapat menjadi pemain dan pemrakarsa dalam pembangunan Kabupaten Lombok Barat. Dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat harus menuntun masyarakatnya dalam melakukan prakarsa-prakarsa dalam pembangunan. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Lombok Barat, Prof. Dr. Haryono Suyono, meluangkan waktunya untuk melakukan kunjungan ke PKBM di Lombok barat dan memberikan kuliah umum di Institut Agama Islam Negeri Mataram.(sy) |