Haryono Ajak Masyarakatkan Workfare Society PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 13 August 2009 15:21
Image
Senat Universitas Pendidikan Indonesia
Reporter: Hari Setiyowanto

Bandung, (Majalah Gemari)

Cita-cita Workfare Society itu memberi kesempatan kepada masyarakat madani mempunyai pilihan yang mandiri dan tidak menyerahkan segala sesuatunya kepada pemerintah atau negara.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum DNIKS (Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial) Prof Dr Haryono Suyono dalam orasi ilmiahnya dihadapan 2.050 wisudawan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, di Gedung Olahraga, Kampus UPI Bandung, Jawa Barat.

Image
Saat membawakan orasi Ilmiah
Kepada ribuan wisuduawan dan sluruh civitas akademika kampus pendidikan satu satu ini, ia juga mengajak untuk bersama-sama memasyarakatkan pengembangan Workfare Society yang akhirnya akan menelorkan Workfare State yang merangsang tumbuhnya Civil Society di masa lalu.

Karenanya, Menko Kesra era Presiden HM Soeharto ini, UPI perlu mengembangkan diri menjadi advokator yang mendorong pengembangan keseimbangan yang mamadai antara kebijakan pembangunan dan pembangunan sosial kemasyarakatan.

”Untuk itu UPI sebagai penghasil tenaga, dan lebih-lebih dngan alumninya yang tersebar di seluruh jajaran pemerintahan dan swasta di indonsia bisa berperan sebagai ujung tombak perjuangan politik tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkan Haryono, perjuangan politik harus diikuti dengan keberanian merubah pendekatan sosial yang biasanya berorientasi sbagai upaya menolong sisa-sia atau korban pembangunan sebagai bagian pertolongan darurat menjadi gerakan memberdayakan penggerak pembangunan.

Menurut Guru Besar Universitas Airlangga ini, gerakan tersebut mempunyai tujuan mengembangkan Workfare Society dengan memberi kehormatan kepada kaum intelektual, termasuk lulusan UPI, sebagai penggerak pembangunan keluarga agar mampu berparan sebagai kekauatan pembangunan yang handal.  

Kepada para wisudawan program D2, D3, S1, S2, dan S3 UPI yang hadir dari Kampus UPI Bandung, Tasikmalaya, Purwakarta (Jawa Barat) dan Serang (Banten),  Haryono yang juga Ketua Yayasan Damandiri ini berpesan, agar acara wisuda ini bukan sekadar wacana bergembira karena telah menyelesaikan tugas akademis dan memapak masa depan dengan penuh harapan, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi wahana penyegaran komitmen untuk merangsang mahasiswa memapak masa depan dengan cita-cita menjadi pemimpin masa kini dan masa depan yang bermutu. Serta mempunyai komitmen sanggup memberdayakan srta mendapingi anak bangsa memapak masa depan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melestarikan budaya untuk sebesar-besar kesejahteraan bersama.

Pada kesempatan itu, Menteri Negara Kependudukan dan Kepala BKKBN di pada masa lalu ini, mengatakan, apabila Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung lebih banyak menerjunkan mahasiswanya ke lapangan, ke sekolah terbuka di masyarakat bisa menempelkan citra baru sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mempunyai komitmen pada investasi sumber daya manusia sebagai calon pemimpin dan entrepreneur di masa depan. Investasi itu, dilakukan melalui pendekatan pembangunan komprehensif yang menghargai martabat manusia.

Haryono juga menyampaikan bersyukur akan tradisi kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) yang selama ini dilakukan ditambah dengan KKN Tematik Posdaya di lima kabupaten, Bandung, Bandung Utara, Subang, Garut dan Sumedang bisa memberi harapan positif sebagai upaya mendidik masyarakat membangun bangsa.

”Dalam KKN Tematik Posdaya itu mahasiswa ditugasi mengajak keluarga di pedsaan dan pedukuhan membangun Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) sebanyak-banyaknya agar muncul lembaga-lembaga yang berasal, dan dibangun oleh, serta dijadikan forum musyawarah dan forum menggerakan pemberdayaan keluarga,” paparnya.

Image
Para wisudawan UPI Bandung
Dengan demikian, peraih Doktor dalam bidang  Sosiologi dengan spesialisasi dalam Bidang Komunikasi dan Perubahan sosial serta Kependudukan dan Pembangunan dari University of Chicago, USA ini, menyebukan bahwa Posdaya bisa dipersiapkan sebagai forum silahturahmi, advokasi, komunikasi, edukasi dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu.

Posdaya sekaligus merupakan basis pedesaan yang luas dimana civitas akademika mengantar mahasiswa menyatu dengan rakyat membangun bangsa, katanya.

Sementara Rektor UPI Prof Sunaryo Kartadinata yang saat ini memimpin atas 37 ribu mahasiswa selain meminta kepara luluasannya untuk dapat mengembangkan dan memanfaatkan disiplin ilmunya kepada masyarakat dan bangsa melalui pembangunan. Rektor juga berharap kepada para dosen dan professor sebagai pendidik professional untuk menjamin kebermutuan pendidikan yang diselenggarana oleh UPI melalui layanan akademik yang optimal dan prima kepada para mahasiswa.

Nampak hadir Pimpinan dan Majelis Wali Amanat, Pimpinan dan Anggota Senat Akademik, Pimpinan Anggota Dewan Guru Besar, Dekan, Direktur dan Pimpinan Lembaga, para Dosen dan tenaga administrasi UPI.

Selain itu dideretan undangan hadir Deputi Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Yayasan Damandiri Dr Rohadi Haryanto, MSc, Deputi Kewirausahaan Yayasan Damandiri Drs Mazwar Noerdin, Deputi Yayasan Damandiri Bidang Umum Yayasan Damandiri Dr Mulyono Daniprawiro, MBA. Juga tampak Pimpinan Perusahaan Majalah Gemari Drs Triadi P Suparta, MBA, dan Wapemred Majalah Gemari Drs Dadi Parmadi, MA, serta Drs FX Riswadi dari Yayasan Damandiri.

Image
Pasar kaget
Dan yang menarik, selain keramaian di dalam audiotium gedung olah raga tempat berlangsungnya prosesi wisuda, di luar gedung juga terlihat pemandangan pasar kaget. Para pedagang kaki lima ramai menjajakan dan menggelar aneka dagangan yang mengundang yang datang untuk menyempatkan mampir. Barangkali ini merupakan masukan menarik, setidaknya bagi para wisudawan untuk bisa memanfaatkan peluang untuk menjadi pengusaha atau pun entrepreneur. Bukankah seorang sarjana juga penting bisa menciptakan lapangan kerja, dan bukan menjadi pekerja semata?