|
Harian Pelita, Kamis, 8 Oktober 2009
Bandung, Pelita UNTUK ketiga kalinya, Prof Dr Haryono, dinobatkan kembali menjadi Ketua Umum DNIKS (Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial, periode 2009-2014. Penobatan ini dilakukan secara aklamasi dalam musyawarah nasional anggota DNIKS di Hotel Horison Bandung, Rabu (7/10).
Sebelum terpilih, berbagai kalangan mempertanyakan keberadaan mantan Menko Kesra, yang sudah memimpin lembaga ini dua kali. Namun adanya pertimbangan beratnya merealisasi kegiatan dalam era global dan mempertimbangkan kemampuan Pakar KB Indonesia, yang memiliki wawasan internasional, peserta munas pun langsung menyetujui.
Sehingga rapat komisi yang dipimpin, Dr Cuk Kasturi selaku Ketua BK3S Jatim, didampingi Ketua PPCI, Siswadi dan Prof Dr Sunartini Habsara, secara aklamasi, memilih Prof Haryono, menjadi Ketua Umum DNIKS.
Setelah terpilih pimpinan baru, rapat masih terus membahas berbagai persoalan yang selama ini menjadi ganjalan kinerja. Misalnya, AD/ART yang sudah rapi direvitalisasi disesuaikan dengan UU No 11/2009 tentang kesejahteraan.
Tidak hanya itu, tuntutan anggota agar kebijakan yang diterapkan selama ini diubah pun disetujui pimpinan rapat dan peserta rapat. Acara yang diikuti sekitar 500 anggota se Indonesia, berakhir hari, Kamis(8/10) ini.
Perdebatan yang cukup alot dalam rapat komisi, diperkirakan diilhami atas saran Kepala Badiklit Departemen Sosial, Dr Marzuki bahwa lembaga kesejahteraan sosial atau pun relawan di Indonesia sudah dipayungi hukum sehingga dihimbau lembaga swasta memperbarui berbagai ketetapan ataupun ketentuan organisasi.
Sementara, Prof Dr Haryono, sendiri dalam paparannya tetapkan membawa lembaga DNIKS membangun gerakan kesejahteraan sosial berbasis masyarakat. Bahkan sebagai anak bangsa dirinya akan mengajak warga lain untuk menunjukkan bahwa anak Indonesia memiliki potensi, bukan anak bengis.(oto) |