|
Minggu lalu, dalam suasana kota-kota di Indonesia memanas gara-gara pembicaraan atas usulan kenaikan harga minyak, kita mengadakan Safari Marathon ke tiga perguruan tinggi besar di Indonesia, Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Diponegoro di Semarang serta Universitas Airlangga di Surabaya. Dapat diketahui bahwa ketiga perguruan tinggi itu, juga perguruan tinggi lainnya, tidak melarang mahasiswanya melakukan perjuangan membela rakyat melalui demontrasi tetapi dipesankan agar tetap menjaga kemurnian perjuangan dan nama baik almamater dengan tidak anarkhis, bertindak cerdas dan sopan.
Disamping itu, setiap perguruan tinggi tetap melakukan kegiatan akademis dan non akademisnya tanpa gangguan apapun. UNNES menggelar peringatan Dies Natalisnya yang ke 47 dihadiri lengkap seluruh anggota Senar Gurubesar, dosen dan mahasiswanya. Hadir pula Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo yang sangat terkagum oleh kemajuan perguruan tinggi yang jumlah mahasiswanya mendekati 40.000 orang tersebut. Rektor UNNES, Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, MSi yang sederhana dan benar-benar mencerminkan laku seorang bapak guru, dengan sopan melaporkan kemajuan perguruan tinggi konservasi itu sebagai perguruan tinggi yang makin disegani dan mempunyai nilai tinggi hampir di segala bidang. Tidak saja kampusnya bertambah hijau karena penuh tanaman yang sudah “jadi”, tetapi prestasi mahasiswa dan dosennya masuk dalam jajaran yang terhormat secara nasional dan global. Padahal UNNES termasuk perguruan tinggi pertama yang menampung tidak kurang dari 20 persen anak keluarga miskin tanpa uang kuliah sepeserpun.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya telah merambah desa dan kampung di sembilan kabupaten, mendirikan Posdaya dan menyegarkan kehidupan rakyat untuk kembali hidup gotong royong menyelesaikan kemiskinan, kebodohan dan hidup segar sehat sejahtera. Dimana-mana dikembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tidak saja menampung anak balita dari keluarga miskin, tetapi memberi kesempatan orang tuanya yang potensial untuk berlatih ketrampilan, bekerja cerdas, keras dan membangun kemandirian untuk hidup sejahtera.
Pada kunjungan ke Universitas Diponegoro ditemui Rektornya, Prof. Dr. Sudharto P Hadi, MES, PhD. yang ahli lingkungan hidup sedang asyik mengadakan pertemuan dengan BEM mahasiswa, kemudian pindah pada pertemuan para dosen dan peneliti, keduanya memperjuangkan mutu perguruan tinggi dan masa depan rakyat Indonesia melalui pengabdian tiada henti. Para mahasiswa tetap tekun menggelar kegiatan untuk mempersatukan kekuatan maha dahsyat yang dimiliki perguruan tinggi melalui karya nyata yang membawa manfaat untuk mengangkat derajat dan masa depan bangsanya. Dalam pembicaraan dengan PWRI Jawa Tengah yang dipimpin Drs. Goernito disepakati bahwa KKN tematik Posdaya diarahkan pula untuk membangun Kebun Bergizi di setiap halaman rumah agar asupan gizi anak balita dan lansia makin memadai.
Dalam suasana yang sangat meriah, Universitas Arilangga di Surabaya, yang dipimpin oleh Rektornya Prof. Dr. H. Fasich, Apt. menggelar Wisuda yang anggun selama dua hari karena jumlah mahasiswa yang melimpah. Ribuan mahasiswa dengan wajah ceria, setelah berjuang dengan gigih bisa mengantongi ijazah sarjana strata satu, strata dua maupun dengan penuh kebanggaan menadapatkan gelar doktor dari perguruan tinggi yang peringkatnya makin menonjol tersebut. Dari sampling kegiatan tiga perguruan tinggi tersebut kita optimis bahwa generasi muda bertambah cerdas dan masa depan bangsa kita lebih cerah dan sejahtera. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri, www.haryono.com).
|