MEMPERSIAPKAN BEKAL PULANG MUDIK UNTUK PEMBERDAYAAN PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 31 July 2012 03:03

Dalam waktu tidak lama lagi, jutaan saudara kita penduduk migran yang berasal dari berbagai daerah akan melakukan ritual tahunan pulang mudik. Di kampung halaman banyak pula saudara kita lainnya siap siap menyongsong saudara yang pulang mudik itu dengan harap harap cemas menyambut kedatangan mereka dengan penuh kerinduan, termasuk merindukan oleh-oleh tahunan yang ingin dinikmatinya dalam perayaan tahunan serta untuk menyambung proses pemberdayaan mengatasi masalah yang selama ini melilit hidupnya.

Salah satu harapan dari saudara yang pulang mudik, khususnya pada waktu ini, adalah kabar yang lebih jelas tentang keadaan ibukota yang mereka lihat karut marut di kaca televisi, apakah masih utuh, dan apakah para pemimpinnya masih teguh membela negara dan bangsa yang besar ini dalam bingkai persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Lebih-lebih lagi, pulang mudik kali ini berbarengan dengan perayaan 17 Agustus dan dalam suasana bulan Ramadhan. Perhatian dan impian indah akan Negara Kesatuan RI ini akan menjadi warna tersendiri dalam ritual pulang mudik. Oleh karena itu, seperti tahun lalu, dianjurkan agar pada waktu pulang mudik membawa bekal oleh-oleh bendera merah putih untuk hadiah bagi saudara di kampung, khususnya keluarga miskin dan keluarga setengah miskin, agar bisa mengibarkan bendera merah putih yang baru dengan penuh kebanggaan.

Pulang mudik kali ini juga diwarnai suasana anak-anak usia sekolah kembali ke sekolah untuk berusaha keras memotong rantai kemiskinan dan membangun masa depan yang lebih baik. Ada baiknya ketika kita pulang mudik, bukan saja membawa oleh-oleh baju baru untuk mejeng satu hari selama Hari Raya Idul Fitri, tetapi seperangkat baju seragam sekolah bagi anak-anak keluarga kurang mampu agar bisa dipergunakan sepanjang tahun. Disamping itu kita perlu membawa buku sekolah yang umum dipakai anak-anak SD, SMP dan SMA, atau minimal buku dan alat tulis lainnya. Buku-buku itu menjadi oleh-oleh yang akan diingat sepanjang tahun ajaran, karena dipergunakan sebagai alat bantu sekolah yang sangat berguna. Oleh-oleh pulang mudik menjadi kenangan indah untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera.

Kita juga mendengar bahwa bangsa kita masih menghadapi kemiskinan dan suasana serba kekurangan di banyak wilayah, khususnya di daerah pedesaan. Banyak keluarga yang usahanya sangat terbatas dan mendapat kesukaran memperluas usahanya karena kekurangan modal. Alangkah indahnya kalau selama pulang mudik, disempatkan membantu keluarga yang belum mempunyai usaha ekonomi diperkenalkan dan menolong menjadikannya nasabah bank di daerahnya. Dengan menjadikan mereka nasabah bank dan kalau perlu kita yang lebih mampu menempatkan diri sebagai pengagun, saudara di kampung dapat memperoleh kredit untuk mulai usaha atau memperluas usaha ekonomi yang bisa menjadi oleh-oleh yang tidak ada habisnya.

Kalau kita ingin membawakan sesuatu yang ringan dan tidak ada habisnya, ada baiknya kita bawakan oleh-oleh bibit sayuran seperti tomat, cabe, bayam, kangkung, salada, seledri, kobis, wortel atau lainnya yang banyak dijual di tempat-tempat penjualan bibit seperti itu di Jakarta, Bekasi, Bogor atau ibu kota provinsi lainnya. Bibit tanaman itu merupakan bahan yang dapat disemai dengan mudah untuk mengubah halaman rumah di desa menjadi Kebun Bergizi. Hasilnya setiap hari bisa dipergunakan untuk memperbaiki gizi anak balita, generasi lanjut usia, dan kalau berlebih bisa menjadi komoditas yang dijual di pasar untuk menambah belanja sehari-hari. Kebiasaan baru membangun Kebun Bergizi di halamaan rumah akan mewujudkan cita-cita “Indonesia Hijau” mulai dari halaman rumah sendiri. Selamat belanja oleh-oleh untuk pulang mudik. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin, www.haryono.com).