MENGIRIM DUTA PEMBANGUNAN KE DESA PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 07 August 2012 03:56

Mulai besok pagi, hari Minggu, dan berturut-turut sampai Hari Raya Idul Fitri 1433H., DNIKS bekerja sama dengan banyak sekali lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat, termasuk RRI dan berbagai media massa lainnya, akan menghantarkan Duta-duta Pembangunan Keluarga ke Desa-desa di seluruh Indonesia, khususnya ke desa-desa di kawasan Jawa bagian timur. Duta pembangunan itu adalah pekerja migran dari Jakarta, daerah luar Jawa dan daerah-daerah sekitar yang telah berhasil merantau dan ingin berbagi dengan keluarganya di desa.

DNIKS dan berbagai organisasi sosial kemasyarakatan telah menghimbau mereka, termasuk perusahaan yang mengirim karyawannya pulang mudik, untuk mengisi tema pulang mudik tahun ini, “MUDIK MERAH PUTIH”, dengan berbagai oleh-oleh untuk menyegarkan semangat kemerdekaan dan membangun bangsa. Mereka diharapkan membawa oleh-oleh berupa bendera merah putih agar dalam suasana menyongsong Hari Kemerdekaan 2012, sekaligus Hari Raya Idul Fitri, penduduk yang dikunjunginya di desa mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan penuh kebanggaan. Bangga bahwa Negara Kesatuan RI tetap jaya dan akan membawa semua warganya ke masa depan yang lebih baik.

Para Duta Pembangunan juga dihimbau membawa buku-buku pelajaran untuk anak bangsa yang sedang belajar di berbagai jenjang sekolah di desanya. Mereka juga akan membawa oleh-oleh bibit atau benih sayur mayur untuk ditanam di setiap halaman rumah membangun Kebun Bergizi yang dapat dipetik setiap hari untuk memperbaiki gizi anak balita, anak-anak muda yang sedang sekolah serta lansia yang diharapkan tetap berjuang mengawal generasi yang lebih muda membangun bangsanya.

Para Duta Pembangunan Bangsa itu di desanya diharapkan akan menghubungi pengurus Posdaya di desanya. Kalau belum ada Posdaya diharapkan ikut aktif merangsang keluarganya membangun Posdaya sebagai forum silaturahmi dan sekaligus mengembangkan semangat membangun secara gotong royong. Oleh-oleh yang dibawanya diharapkan menjadi pelengkap bagi kemampuan Posdaya di desa untuk memberdayakan keluarga anggotanya membangun pendidikan, kesehatan, wirausaha dan lingkungan yang mendukung pembangunan keluarga bahagia dan sejahtera yang dinamis dan maju.

Duta-duta pembangunan itu bukan seluruhnya ahli atau sarjana dalam berbagai bidang, tetapi semangatnya telah terbukti ampuh melawan kemalasan dan ketidak mampuan sehingga berhasil berjuang dalam situasi yang penuh persaingan dan keganasan hidup di kota besar. Para Duta Pembangunan itu umumnya mempunyai daya kerja dan disiplin yang tinggi sehingga tahan banting serta bertahan dalam suasana yang sangat dahsyat tantangannya. Kehidupan di Ibu Kota atau di kota-kota besar bukan kehidupan yang ringan, tetapi dengan daya tahan dan daya saing yang tinggi akan bisa diatasi. Kemampuan luar biasa itu dijanjikan akan diberikan sebagai oleh-oleh untuk keluarganya di desa.

Disamping oleh-oleh, para pejuang telah diminta berbagi semangat juang yang gigih kepada sanak saudaranya yang ada di desa. Dengan semangat juang yang tinggi dan sentuhan ketrampilan sedikit saja, sesungguhnya sumber yang melimpah di desa dapat diolah dan disulap menjadi produk-produk yang laku jual. Pengalaman mengolah lele misalnya, yang biasanya hanya digoreng atau disayur, dengan tehnik mengolah untuk disajikan kepada konsumen di kota ternyata dapat disajikan dalam bentuk nutget yang tahan lama, abon yang bisa disimpan dengan baik, atau kerupuk yang lezat dan tahan lama. Pengetahuan sederhana itu dapat diberikan selama masa pulang mudik dan hampir pasti menghasilkan hasil olahan yang meningkatkan pendapatan keluarga di desanya..  (Prof. Dr. Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin, www.haryono.com).