|
Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengetasan Kemiskinan MEMBANGUN PRAMUKA YANG BERWATAK DAN BERBUDI PEKERTI LUHUR Pokok-pokok sambutan Pada penanda tanganan kerjasama Jakarta, 1 Oktober 1998
Salam Pramuka ! Para rekan Menteri yang saya hormati, Kakak-kakak Andalan Nasional, Hadirin yang berbahagia. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dengan segala puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para rekan Menteri dan Kakak-kakak Pramuka yang hari ini telah bertkenan untuk bersama-sama membulatkan tekad untuk bersama-sama membangun pemuda pejuang berwatak dan berbudi pekerti luhur melalui Gerakan Pramuka. Semenjak Rakernas Pramuka 14 April 1998 yang lalu, cita-cita untuk mengajak berbagai Departemen dan Instansi untuk bersama- sama berlomba mengisi kegiatan Pramuka di Indonesia dengan berbagai upaya pembangunan kita usahakan dengan sungguh-sungguh. Berbagai Departemen dan Instansi bahkan telah mempunyai sejarah panjang yang membanggakan. Saya tahu bahwa acara hari ini merupakan acara yang sangat dinantikan dan sangat penting bagi adik-adik Pramuka di seluruh tanah air, karena dengan k0mitmen ini berbagai kegiatan pembangunan yang bisa dirakit dengan sangat menarik segera akan dapat dilakukan adik-adik Pramuka tersebut diseluruh Indonesia, sehingga upaya untuk membangun suatu generasi muda dengan watak dan kepribadian yang andal dapat segera kita teruskan di seluruh pelosok tanah air. Kalau kita bisa mengembangkan berbagai upaya pembangunan dalam rakitan yang menyenangkan dan mampu memberi masukan pembentukan watak generasi muda yang andal, maka bagi adik-adik Pramuka kegiatan itu akan penuh dengan lomba regu dengan berbagai tantangan yang sangat menarik. Setiap anggota akan harus mampu membangun kebersamaan dalam regunya untuk bisa menang dalam berlomba. Yang pandai dan kuat harus mampu dan mau memberi tuntunan kepada yang lemah dan ketinggalan. Sebaliknya yang kurang harus pula rajin-rajin mengambil teladan dari teman lain yang lebih mampu. Gagah-gagahan atau pura-pura pinter tidak laku dalam kelompok-kelompok yang dinamis seperti itu. Pura-pura paling kuat, Juga tidak laku. Kejujuran untuk mendapatkan kekuatan bersama adalah kunci yang paling ampuh. Kekompakan regu dan synergi positip dari seluruh anggota regu adalah syarat kemenangan regu tersebut dalam lomba. Karena itu saya sambut penadatanganan ini dengan harapan dapat segera kita tuangkan dalam program-program yang berbobot agar secara antusias dapat segera diikuti oleh seluruh anggota Pramuka di seluruh Indonesia. Apabila dengan semangat itu ciri-ciri Pramuka dapat kita kembangkan, yaitu kebersamaan dan kerja keras dalam mendidik pribadi agar makin tangguh dan andal, makin kuat dalam penggalangan kerjasama, maka berbagai upaya pembangunan yang akan kita lakukan akan mempunyai keuntungan ganda. Pertama, kita dapat menyelesaikan masalah dan akibat krisis moneter yang berkepanjanagn dan kedua, kita dapat menghasilkan generasi muda yang tangguh, mempunyai kepribadian yang gigih, serta sanggup menggalang kerjasama yang menyejukkan. Saya mengajak seluruh Menteri dan jajarannya untuk sesegera mungkin mengajak adik-adik Pramuka untuk mendalami program-program pembangunan dan manakala cocok dengan tujuan pendidikan kepribadian, watak dan cita-cita gerakan kepramukaan dapat segera dikemas dalam program dan kegiatan yang dapat dinikmati oleh adik-adik Pramuka itu. Jadikanlah program dan kegiatan itusebagai wahana pendadaran dalam bentuk-bentuk yang cocok dengan kesempatan yang terbuka dalam tatanan kepramukaan. Dalam bahasa sekarang kita harus bersiap untuk ikut mengadakan reformasi dalam jajaran kita masing-masing. Dalam pendekatan komunitas, saya minta Pimpinan Pramuka untuk memberi peluang kepada para anggotanya di daerah-daerah mengembangkan pendekatan itu denagn memberi dorongan kepada para Pramuka di desa dan dukuhnya masing-masing untuk mengajak teman-temannya pemuda desa atau pemuda kampung secara aktip ikut membangun kegiatan Pramuka di desanya masing-masing. Teman-teman tersebut mungkin saja drop out dari sekolahnya, atau belim sekolah karena orang tuanya kuerang mampu, atau karena alasan apapun. Ajaklah mereka mengikuti Pramuka dean ajaklah pula mereka sekolah, siapa tahu, biarpun sekarang kurang mampu, nantinya bisa ada yang membantu, atau siapa tahu akan mendapat beasiswa dari pemerintah. Pengembangan Pramuka di desa-desa itu akan merupakan kegiatan parallel yang kan memperkuat kegiatan Pramuka dengan basis sekolah, sehingga adik-adik kita yang belum atau tidak beruntung bersekolah atau putus sekolah, dapat ikut serta menikmati pengembangan Gerakan Pramuka itu sampai dia mendapat kesempatan bisa sekolah atau bisa dibantu sekolahnya, sehingga dia bisa bergabung dengan kegiatan Pramuka yang berbasis sekolah. Saya mengajak juga agar para Pramuka ikut serta membangun pemuda pewaris masa depan bangsa untuk menggembleng dirinya menjadi kader pembangunan yang kuat, cerdas, dan sanggup menghadapi segala godaan dan tantangan zaman. Kalau adik-adik Pramuka itu mengikuti berbagai kegiatan yang relevan dengan pembangunan yang dikelola berbagai Departemen dan Instansi dengan semangat yang tinggi dan jeli, tidak mau menang sendiri dan sanggup membuka diri menerima masukan dari segala fihak, maka adik-adik akan banyak belajar dan mudah-mudahan menjadi kader bangsa yang bermoral, yang sehat mental dan fisiknya, makinmantap karena bisa mempraktekkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung dalam berbagai kegiatan yang diikuti. Pada akhirnya adik-adik Pramuka itu akan bisa hidup mandiri, bisa memimpin dirinya dan kawan-kawannya, karena mempunyai kepedulian dan disiplin yang tinggi. Pada saat kritis seperti sekarang ini, dimana pemerintah sedang sangat bersungguh-sungguh berusaha mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa, kerjasama dengan Gerakan Pramuka seperti kita lakukan adalah salah satu terobosan yang sangat baik dan dapat diandalkan. Para Pramuka, khususnya Pramuka Penegak dan Pandega sekaligus bisa merangsang partisipasi aktip masyarakat luas dalam berbagai program yang diprakarsai pemerintah, serta merangsang makin tumbuhnya prakarsa masyarakat sendiri untuk mengentaskan kemiskinan secara mandiri. Lebih dari itu, para Pramuka peduli tersebut saya yakin akan mengoptimalkan program-program pengentasan kemiskinan yang tersebar di berbagai sektor pemerintah. Tumbuhnya kemandirian, disiplin, dan prakarsa itu adalah karena dalam setiap kegiatan pembangunan pasti ada tantangan-tantangan yang selalu muncul, variasi strategi yang perlu dikembangkan, yang selalu akan kita hadapi dalam kehidupan yang sesungguhnya. Dan karena suasana pembangunan itu dilakukan itu riel dan dilakukan dengan penuh kegembiraan, maka akan muncul pula sikap yang positip dalam menghadapi masa depan. Akan berkembang sikap dan persiapan tingkah laku yang serius untuk mempersiapkan kegiatan. Dan lebih dari itu, para Pramuka akan mulai berkenalan dengan kegiatan pembangunan yang dibatasi rambu-rambu sehingga bisa belajar untuk menyelesaikan sesuatu dengan terhormat. Ciri itulah sesungguhnya yang harus tumbuh menjadi jatidiri pemuda Indonesia di masa yang akan datang. Untuk melembagakan sikap dan tingkah laku seperti itu, maka kegiatan yang nantinya dapat dilakukan oleh Pramuka haruslah merupakan suatu proses pemberdayaan seseorang secara dini yang harus menumbuhkan rangsangan untuk diri sendiri dari dalam, sebagai suatu proses "mendramatisasikan watak-watak baik" dalam diri pribadi masing-masing. Dengan diasah secara terus menerus, maka adik-adik sebagai anak-anak muda akan mendidik diri sendiri dan meyakinkan kemampuan diri serta akhirnya menjadi jatidiri yang menakjubkan untuk kemudian menjadi kumpulan watak pribadi yang dapat dan harus dilestarikannya. Penggodogan yang sekaligus didadar dalam kondisi lapangan yang sesungguhnya seperti inilah yang kiranya harus kita kembangkan dalam waktu dekat ini. Kemudian dari pada itu para adik-adik Pramuka harus makin menyatu dengan masyarakat, keluarga dan penduduk sekelilingnya untuk "menggodog dan menatar" dirinya sendiri dengan tantangan-tantangan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya tantangan yang demikian dahsyat untuk menghadapi era sekitarnya, era nasional, dan nanti akhirnya era globalisasi, maka kita nanti akan berani melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam kehidupan nyata dengan penuh optimisme dan toleransi yang tinggi. Oleh karena itu, segera setelah penandatanganan ini, saya ingin mengajak seluruh para Menteri dan seluruh Pramuka di seluruh Indonesia untuk terjun langsung ke lapangan, ke desa-desa, dan dukuh-dukuh di seluruh Indonesia untuk bersama-sama mengimplementasikan komitmen kita ini bersama masyarakat yang sudah dangat menantikan uluran tangan kita. Untuk itu, secara kebetulan mulai hari ini di seluruh Indonesia kita mulai membagikan beras dengan harga subsidi sampai 50 persen. Kiranya para Pramuka dapat ikut serta membantu masyarakat dan keluarga-keluarga pra sejahtera mendapatkan bagiannya dengan baik. Dan apabila mereka mendapat kesukaran, kita semua bisa memberikan bantuan yang diperlukan. Demikian sambutan saya, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati kita sekalian. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Menko Kesejahteraan Rakyat Dan Pengentasan Kemiskinan, ttd Prof. Dr. H. Haryono Suyono |