Tauladan Dari Pak Haryono Berbincang dengan Pak Subiakto Oleh Subiakto TjakrawerdayaSaya mengenal pak Haryono sudah lama, sejak kita bersama duduk dipemerintahan pak Harto, beliau sebagai Kepala BKKBN dan saya sebagai Direktur Jendral Departemen Koperasi. Banyak gagasan beliau di bidang kependudukan yang menjadi program pemerintah di era pak Harto dan telah berhasil dilaksanakan; terutama program KB (keluarga berencana). Program ini sangat berhasil menurunkan tingkat kelahiran. Sehingga ada istilah di media "Ingat Haryono, pasti ingat KB. Sebaliknya, ingat KB pasti ingat Haryono". Ini cerminan betapa melekatnya nama pak Haryono bagi keberhasilan program KB. Kiprahnya di BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) selama lebih dari 26 tahun, dengan berbagai inovasi, telah menempatkannya sebagai personifikasi gerakan keluarga berencana. Keberhasilannya ini sangat monumental dan juga diakui dunia. Beliau pantas digelari Bapak Keluarga Berencana Nasional Indonesia.
Setelah beliau menjadi Menteri Kependudukan, kerjasama dengan saya selaku Menteri Koperasi berlanjut dengan lebih erat karena kita mempunyai visi yang sama untuk mengentaskan keluarga Indonesia dari kemiskinan. Namun, saya justru mengenal beliau dengan lebih dekat sejak bekerja bersama dan berada dalam satu wadah yaitu, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri. Di Yayasan ini pak Haryono sebagai ketua dan saya sebagai sekretaris. Ternyata beliau tetap sosokyang mengesankan dan masih seperti yang dulu! Pak Haryono masih tetap seorang cendekia sekaligus profesional yang memiliki dedikasi dan semangat yang tinggi dalam bekerja. Beliau seperti tidakkenal lelah bekerja keras sepanjang hari dengan kreatif dan inovatif melebihi panggilan tugasnya. Beliau masih giat berkeliling ke pelbagai penjuru negeri, bahkan ke berbagai negara untuk menularkan keahlian di bidang kependudukan dan pengentasan mayarakat miskin. Yang lebih mengesankan adalah, beliau mempunyai kemampuan komunikasi dan persuasi baik lisan maupun tertulis. Jarang orang pada usia seperti ini mampu melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan. Ia faham betul bahwa percakapan adalah kunci pembuka untuk mendapatkan dukungan & melibatkan orang-orang disekitarnya. Keberhasilan kepemimpinannya adalah karena kecakapannya berkomunikasi. Tidak berlebihan bila saya katakan bahwa Pak Haryono adalah tipe pemimpin abad 21: banyak bicara, banyak bekerja. Gaya kepemimpinan beliau yang memotivasi, bicara & mendengarkan lawan bicara, serta mendorong perkembangan diri lawan bicara adalah gaya yang sangat dibutuhkan untuk masyarakat Indonesia masa kini. Gaya kepemimpinan yang disebut 'feminin' ini berlawanan dengan gaya 'maskulin'yang serba perintah, otoriter & birokratis dan sudah 'kadaluwarsa'. Dengan semua kemampuan yang pak Haryono miliki, ada satu karakter yang membuat saya begitu kagum pada beliau, yaitu ; kepercayaan diri yang tinggi dan yang membuat beljau terus menjadi inspirasi bagi kebanyakan orang (termasuk saya). Meskipun demikian, pak Haryono tetap terbuka, bersahaja dan teguh pada prinsipnya. Untuk itu pada sa'at yang membahagiakan ini, saya ikut bersyukur karena diusianyayang ke 70, pak Haryono masih sehatdan dinamis. Beliau bukan saja seorang pemimpin, tap! juga seorang suami, bapak, eyang atau teman yang patut menjadi tauladan bagi kita semua. Sebagai penutup, saya mengucapkan "SELAMAT ULANG TAHUN pak Haryono". Semoga Bapak dikaruniai umur panjang, sehat dan selalu berguna bagi bangsa dan negara. Amin. Jakarta, 6 Mei 2008 Subiakto Tjakrawerdaja Mantan Menteri Koperasi & Pengusaha Kecil SekretarisYayasan Dana Sejahtera Mandiri |