Saya Menko Kesra Seumur HidupOleh : Dwidjo Utomo, Wartawan Pelita “Saya ini Menko Kesra seumur hidup,” demikian kalimat yang meluncur deras dari Haryono Suyono. Tidak ada beban dalam menyampaikan pernyataan dan setengah berseloroh sehingga mengundang gelak tawa.
Di hadapan para lanjut usia (Lansia) yang dituntut untuk tetap berkarya dengan pengalaman dan asam garam kehidupannya. Lansia bukan berarti selesai tugas dan pengabdian kepada masyarakat dan bangsanya, melainkan meneruskan perjuangan yang belum tuntas. Masih banyak tugas yang menuntut untuk diselesaikan. Lansia yang memiliki banyak pengalaman dalam menjalani kehidupan selama ini, dapat memberikan pengetahuan dan pengalamannya. Generasi muda sebagai pelaksana di lapangan sedangkan Lansia memberikan ilmu dan pengalamannya bagaimana membangun masyarakat untuk mencapai kemajuan seperti diharapkan. Pernyataan tersebut bukan tidak beralasan ketika beliau dipercaya menjadi anggota kabinet sebagai Menko Kesra seumur hidup. Sebab ketika beliau menjabat Menko Kesra telah berusia 60 tahun sehingga kartu tanda penduduk (KTP) berlaku seumur hidup. Saat beliau pensiun dan tidak menjabat sebagai Menko Kesra di KTP tetap tertulis sebagai Menko Kesra. Sedang KTP tetap berlaku dan tidak berganti lagi sampai sepanjang masa. Akan halnya dengan Menko Kesra yang diangkat sesudah beliau, semua sebagai penggantinya. Pernyataan yang bijak sekaligus untuk menyemangati para Lansia. Selama ini Lansia umumnya ketika memasuki usia pensiun langsung mengurangi berbagai aktivitas. Kalaupun ada hanyalah sebatas kegiatan yang berkaitan dengan masalah sosial kemasyarakatan. Padahal sangat banyak kegiatan yang dapat dilakukan Lansia untuk memberdayakan masyarakat dan warga bangsa. Lansia bukan berarti habis masa tugas, juga bukan berarti habis dalam mengabdikan dirinya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Lansia tetap dapat berkarya meski secara fisik sudah sangat menurun. Karya nyata para Lansia dapat terus bergelora membangun masa depan yang lebih baik melalui pemikiran dan pengalamannya. Berbagi pengalaman dengan generasi muda dapat menjadi penyegaran tersendiri. Demikian halnya bertindak sebagai konsultan dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam bidang yang dikuasai. Ilmu dan pengalaman yang dimiliki para Lansia akan sangat berguna untuk membimbing generasi muda dalam mengarungi kehidupannya. Untuk itu Lansia yang sehat dan sejahtera akan menjadi modal dasar pembangunan. Memberdayakan para Lansia memungkinkan timbulnya kolaborasi dalam membangun kehidupan yang sedang berjalan. Perpaduan antara generasi muda dan generasi terdahulu memungkinkan mencapai cita-cita secara maksimal. Perpaduan keduanya memungkinkan perjalanan masyarakat dan bangsa akan semakin arif sehingga kesalahan dapat diminimalisir. Dengan demikian hasil maksimal dapat dicapai tanpa harus melakukan kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi di masa sebelumnya. Menempatkan Lansia sesuai kemampuan dan keahliannya akan dapat membangkitkan semangat juang. Penghargaan kepada Lansia yang masih memiliki gelora semangat pengabdian memungkinkan penghargaan kepadanya. Meski secara nyata sumbangannya tidak tampak namun pengaruhnya akan sangat besar bagi perjalanan di masa depan. Lansia tetap membutuhkan eksistensi, selain ilmu dan kemampuannya mereka membutuhkan dukungan. Generasi muda yang menempatkan Lansia secara khusus di masyarakatnya akan memberikan penghargaan sehingga mereka akan mempreoleh kedudukan yang tinggi dan terhormat. Menghargai jasa-jasanya dalam mewujudkan cita-cita bersama yang mulia. |