Random Photo

ALL |0-9 |A |B |C |D |E |F |G |H |I |J |K |L |M |N |O |P |Q |R |S |T |U |V |W |X |Y |Z

Search Alphabetical News The Media Say

200 Mahasiswa IPB Turun ke Desa Terapkan KKN Tematik Posdaya Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Harian Pelita, Sabtu, 27 Juni 2009

MEMPERKUAT Gerakan MDGs, Pemkot Bogor, bersama IPB (Institut Pertanian Bogor), dan Yayasan Damandiri, mulai Senin (6/7) menerjunkan 200 mahasiswa di 68 kelurahan di Kota Bogor, Jabar, melaksanakan KKN Tematik Posdaya.
"Kegiatan ini untuk meningkatkan potensi masyarakat melalui Program Posdaya," kataRektor IPB, Prof Herry Suhardiyanto, usal mendampingi Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono, beraudiensi dengan Walikota Bogor, Diani Budiarto, pekan lalu.

Selanjutnya, Rektor IPB Herry, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki banyak hasil riset yang perlu ditindaklanjuti. Posdata sebagai forum rakyat sangat cocok untuk diformulasikan sehingga dalam Program KKN-KKP (Kuliah Kerja Nyata-Kuliah Kerja Profesi) ditambah dengan Program GFS (Go Field Student) disinergikan dengan Posdaya.

Semua kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. "Sudah banyak hasil riset IPB yang bisa dikembangkan tinggal bagaimana tindaklanjutnya.

Mendengar program itu, Walikota Bogor, Diani Budiarto, langsung mendukungnya. Apalagi, banyak program yang sudah berjalan namun sulit pengembangannya karena masyarakat masih ada yang beranggapan bahwa program itu masih dianggap sebagai perintah. Misalnya, ketika salah seoreang warga ditanya kenapa mereka menanam tanaman bergizi dan dijawab bahwa itu hanya perintah orang walikota. Ini kan artinya masyarakat itu ada yang terpaksa melaksanakan dan sebenarnya semua itu untuk memudahkan masyarakat jika membutuhkan tanaman itu selain untuk mengasrikan lingkungan," tuturnya.

Jadi, lanjut Walikota Diani, Program Tematik Posdaya yang mengerahkan 200 mahasiswa di 68 kelurahan sangat positif. Program ini, diformulasikan agar lebih efektif. "Berarti tinggal bagaimana menggerakkan program sesuai potensi dan kebutuhan wilayah. Ya, kan selama ini program yang dijalankan masih sebatas perintah."

Bahkan, banyak program yang dianggap kurang efektif karena belum ditindaklanjuti. Dengan menghadirkan kelompok masyarakat baru seperti mahasiswa dan membawa program baru Posdaya, diharapkan menjadi acuan dalam menentukan segala gerak pembangunan di daerah tingkat kelurahan.

Secara terpisah, sejumlah Dosen IPB menilai jika Posdaya bisa menjadi media penerapan hasil riset IPB. Sedangkan mahasiswa yang ditejunkan dibedakan menjadi dua kelompok. Pertama mahasiswa yang memasuki masa KKN-KKP. Kedua, mahasiswayang akan melaksanakan Go Field Student.

Sebagaimana diketahui bahwa KKN-KKP masuk dalam kurikulum dan GFS menjaring mahasiswa sukarela yang mengisi masa liburan mengabdikandiri di tengah masyarakat.

Sementara, Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono, yang nadir dalam pertemuan itu didampingi stafnya Rochadi dan Mulyono, menjelaskan bahwa Posdaya memiliki peran strategis dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM). "Posdaya juga merupakan forum silaturahmi sekaligus forum pembelajaran bagi masyarakat."

Posdaya, meliputi empat bidang kegiatan. Yakni pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan. Dengan demikian, teknologi tepat guna yang dibawa mahasiswa dapat memberdayakan masyarakat. Misalnya, cara pembuatan pupuk kompos dari sampan. "Bahan bakunya banyak dan prosesnya cukup sederhana. Sebab, jika masyarakat diberikan yang sulit maka enggan melaksanakan," tuturnya.

Terkait dengan Program Posdaya, Walikota Diani Buydiarto, bertekad terus mengembangkannya. Untuk tahap awal, enam kelurahan di enam kecamatan dijadikan pilot project. "Satu kecamatan satu desa sebagai percontohan," tambahnya.(otto sutoto)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
© 2010 Personal Website of Haryono Suyono