Random Photo

ALL |0-9 |A |B |C |D |E |F |G |H |I |J |K |L |M |N |O |P |Q |R |S |T |U |V |W |X |Y |Z

Search Alphabetical News The Media Say

Lansia Bisa Jadi Aset Pembangunan Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Image
Berbincang denga pengurus organisasi Lansia
PERTUMBUHAN PENDUDUK

Lansia Bisa Jadi Aset Pembangunan

Harian Suara Karya , Rabu, 24 Juni 2009

JAKARTA (Suara Karya): Jumlah lanjut usia (lansia) yang selalu berkembang setiap tahunnya, bisa dijadikan sebagai aset pembangunan. Di sisi lain, jumlahnya yang banyak kadang membuat masalah lansia menjadi komopleks.
Demikian dinyatakan Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono dalam acara Sarasehan Bina Keluarga Lansia, di Jakarta, Selasa (23/6). Lebih lanjut dikatakannya, pertumbuhan lansia saat ini jauh lebih cepat ketimbang tahun 2000. "Kalau pada tahun 2000 jumlah lansia hanya tiga juta, tahun ini sudah mencapai empat kali lipat. Tahun 2025 mendatang, diperkirakan akan naik sebanyak delapan kali lipat," kata Haryono Suyono.

Sayangnya, ujar dia, masih kurang kesadaran akan terjadinya ledakan lansia ini. Selain itu, manusianya sendiri banyak yang tidak mempunyai kesiapan yang cukup menghadapi menjadi lansia. Belum lagi, ketiadaan jaringan pemberdayaan lansia, kurang dukungan budaya, serta tidak fokusnya pemberdayaa, semua itu membuat persoalan lansia menjadi begitu kompleks.

Di Indonesia, lansia terbagi dalam tiga golongan. Yakni, lansia yang sehat, cerdas, mampu dan siap untuk membangun. Kedua, sehat, kurang cerdas dan kurang mampu, golongan ini belum siap untuk membangun. Dan, golongan terakhir ialah, lansia yang kurang sehat dan perlu bantuan secara rutin.

Padahal, dengan jumlah yang begitu banyak, lansia sangat potensial sebagai aset pembangunan. Bahkan, sambil berseloroh dikatakan Haryono, bagi calon presiden yang ingin mendapat suara banyak, bisa mendekati para lansia. "Tapi sejauh ini masih belum ada capres yang melakukan itu," ujarnya.

Karena itu, agar para lansia bisa tetap berperan aktif dalam pembangunan di negeri ini, perlu adanya kesiapan-kesiapan sebelum memasuki masa lansia. Kesiapan itu di antaranya mengikuti pelatihan, bergabung dengan organisasi sosial kemasyarakatan, mengenal dan bergabung dengan masyarakat di luar kantor. Sementara itu, pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) bisa dijadikan para lansia meneruskan baktinya kepada anak bangsa. Lansia bisa berperan sebagai sesepuh pemberdayaan. (Budi Seno)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
© 2010 Personal Website of Haryono Suyono